INFOPOL, Banyuwangi - Bupati Banyuwangi mengapresiasi keberhasilan kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) Desa Sepanjang, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi dalam hal mengubah aliran sungai menjadi sentra budidaya ikan tombro, nila, dan koi. Pokdakan ini memanfaatkan aliran Sungai Pasar Desa Sepanjang dengan sistem keramba. Saat ini, total ada 120 keramba terpasang, (Minggu, 10/08/2025).
Pokdakan Desa Sepanjang ini, diketahui aktif mengelola budidaya tersebut dengan sistem keramba dan dalam satu keramba bisa diisi hingga 300 ekor ikan untuk pembibitan. Setelah bobot ikan mencapai sekitar 200 gram, bibit dipindahkan ke keramba lain dengan kepadatan maksimal 50–100 ekor per unit. Hasil panen tidak hanya memenuhi pasar lokal Banyuwangi, tetapi juga dikirim ke Surabaya, Bondowoso, hingga Situbondo. Pokdakan ini yakni Mina Harta Mulia, Mina Setia Hati, dan Mina Al Qomar.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, mengapresiasi upaya ini. Menurutnya, selain bermanfaat dalam rangka menjaga kebersihan dan merawat ekosistem sungai, juga merupakan sumber perekonomian baru bagi masyarakat.
“Selain menjaga kebersihan dan merawat ekosistem sungai, warga jadi punya sumber ekonomi baru. Tentu pemkab akan terus mendukung agar budidaya ini terus berkembang dan berkelanjutan," ungkap Ipuk yang juga memberi bantuan bibit ikan kepada kelompok tersebut, Kamis (07/08/2025)
Sementara, Sekretaris Dinas (Sekdin) PU Pengairan Kabupaten Banyuwangi Riza Al Fahroby mengingatkan, secara teknis pemanfaatannya harus tetap menjaga fungsi utama dari irigasi, karena tidak semua tidak semua saluran sungai cocok dengan budidaya ikan dengan sistem keramba.
“Secara teknis, ada pemanfaatan irigasi tetapi proses itu harus kolaboratif, irigasinya juga harus bersih tidak ada hambatan supply air di bawahnya. Melihat salurannya bersih, dan HIPPA-nya tidak terganggu dan bisa dikomunikasikan di tatanan masyarakat ya tidak apa-apa," ucap Riza.
Inovasi kolaborasi ini merupakan bukti pemerintah dan masyarakat bisa menghasilkan manfaat ganda dalam upaya menjaga lingkungan sekaligus menggerakkan roda perekonomian.
"Cuma ada batasa-batasan, kita memprioritaskan supply saluran irigasinya, jadi gak semua saluran irigasi bisa di keramba," pungkasnya. (IP TeDe/ Red-Humas)

Komentar