infopol.co.id Kontak Redaksi- 085784424805 wa Garong Uang Keluarga Pasien Berdalih Bantuan Rehab, Diduga Modus Penipuan Marak di Malang : Nama Oknum dan Institusi Turut Dicatut!

Iklan Semua Halaman

Iklan 928x90

Hot Post

Garong Uang Keluarga Pasien Berdalih Bantuan Rehab, Diduga Modus Penipuan Marak di Malang : Nama Oknum dan Institusi Turut Dicatut!

Sabtu, 26 September 2026

 



MALANG, INFOPOL.CO.ID — Olah licik berbalut pengurusan rehabilitasi pasien Narkoba di wilayah Malang mendadak geger. Pasalnya, janji manis janji kepulangan pasien yang diiming-imingi hingga 99 persen nyatanya memakan korban. Keluarga pasien justru dimintai setoran dana hingga puluhan juta rupiah yang belakangan disinyalir menguap tak berbekas.


Pengusutan kasus ini memantik perhatian publik lantaran kental akan dugaan praktek penipuan, penggelapan, serta aksi catut-mencatut nama institusi maupun aparat penegak hukum demi meraup keuntungan pribadi dari penderitaan keluarga korban.


Informasi yang berhasil dihimpun Infopol.co.id, bentangan peristiwa ini berawal saat proses evakuasi dan pengiriman sejumlah pasien dari BNNK Malang menuju balai rehabilitasi Ashefa pada Jumat malam (18/9/2026).


Di antara pasien yang ditangani tersebut berinisial MT, HT, dan TT.

Salah satu keluarga pasien, HT, membeberkan kepahitannya usai menyerahkan uang puluhan juta kepada seorang oknum terduga berinisial RH alias Reagan Herlambang. Bukannya kepastian pengurusan atau pendampingan hukum yang didapat, uang tersebut justru lenyap dengan alibi yang dinilai sangat tidak masuk akal.


"Dari awal janjinya sangat manis. Dia tegas katakan, kalau saya sediakan uang, 99 persen HT dipastikan bisa dibawa pulang," cetus salah seorang perwakilan keluarga korban dengan nada geram.


Nahas, janji tinggal janji. HT tak kunjung dieksekusi pulang. Ketika ditagih akuntabilitas dan LPJ penggunaan uang puluhan juta tersebut melalui pesan aplikasi WhatsApp, RH dengan entengnya berdalih bahwa dana tersebut telah ludes terpakai untuk keperluan hajatan.


Mengurai Isu "Abah BD" dan Aksi Catut Nama Penegak Hukum


Penelusuran Infopol.co.id lebih lanjut menguak dinamika terselubung. Muncul nama figur berinisial BD alias "Abah" yang diseret-seret dalam perputaran uang tersebut. BD disebut-sebut punya kedekatan dengan jajaran Unit 3 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Jatim.


Namun, saat berhasil dikonfirmasi awak media, BD langsung membantah keras tuduhan tersebut. Ia merasa nama baiknya dicemarkan dan sengaja dijebak oleh terduga RH untuk memuluskan aksi pengerukan uang dari keluarga korban.


"Lho Mas, saya itu cuma dimintai tolong sama Reagan untuk antar obat sama bantu pasien telepon keluarganya. Cuma itu saja, sekadar nolong kawan. Sepeser pun saya tidak ada menerima uang! Kenapa nama saya malah dicatut-catut dan terkesan saya diperalat? Bangsat Regan kalau cara mainnya seperti itu!" tumpas BD dengan nada tinggi.


Desakan Aparat Bergerak dan Hak Jawab Redaksi


Aksi nekat yang merugikan masyarakat ini mendesak perhatian serius dari Aparat Penegak Hukum (APH) Malang Raya maupun Polda Jatim untuk segera turun tangan memproses dan mengusut tuntas keterlibatan pihak-pihak yang bermain di balik pengurusan panti rehabilitasi ini.


Sementara itu, pihak pengelola rehabilitasi Ashefa saat dikonfirmasi perihal keberadaan pasien serta biaya puluhan juta tersebut menyatakan masih akan melakukan penelusuran data internal.


"Akan saya cek dulu ya data dan mekanismenya, karena saat ini posisi saya sedang ada kegiatan di Jakarta," terang perwakilan Ashefa saat dihubungi wartawan, Kamis (24/9/2026).


Hingga berita ini dipublikasikan, redaksi masih berupaya mengkonfirmasi RH mengenai perihal tersebut. Sesuai Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999 serta Kode Etik Jurnalistik (KEJ), Redaksi Infopol.co.id tetap konsisten menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dan membuka ruang Hak Jawab maupun Klarifikasi seluas-luasnya bagi para pihak terkait. (Ed)

Bersambung...