Situbondo, Infopol.co.id - Penyerahan Bantuan Irigasi Kepompaan (Irpom) dan Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Kalibagor Kecamatan Situbondo Kabupaten Situbondo disorot dan menjadi pergunjingan warga. Betapa tidak, diduga program mulia dari Pemerintah tersebut diberikan di satu lokasi dan satu penerima, (Jum'at, 18/09/2026).
Seperti diketahui, Program Bantuan Irpom merupakan inovasi dari Menteri Pertanian yang peruntukannya jelas untuk Kelompok Tani (Poktan) atau Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang terdaftar di sistem informasi pertanian (Simluhtan) dan memiliki lahan pertanian yang mengalami kesulitan sumber air atau butuh pengairan tambahan (tadah hujan/indeks pertanaman meningkat).
Sementara itu, program RTLH adalah program mulia yang diberikan pemerintah pusat melalui pemerintah daerah yang mana penerimanya menempati rumah rusak, bocor, atau tidak memenuhi standar keselamatan dan kesehatan. Selain itu, penerima diharuskan termasuk data prasejahtera (desil 1-4) dan kepemilikan tanahnya jelas.
Namun sepertinya, kriteria tersebut diduga tidaklah berlaku di Desa Kalibagor Kecamatan Situbondo. Menurut pengakuan salah satu warga yang enggan disebut namanya, dirinya menceritakan jika di desanya program tersebut tidak tepat sasaran.
"Ya bagaimana tepat sasaran kak, lha itu yang bantuan Irpom dari Dinas Pertanian aja bisa diterima oleh Pondok Pesantren, bahkan pompanya ditaruh di dalam kawasan ponpes. Bagaimana bisa Gapoktan memanfaatkan..?!," beber pria yng berprofesi petani ini dengan logat Madura-nya.
"Yang lebih aneh lagi, kok bisa pendatang yang baru pindah KTP bisa langsung dapat bantuan RTLH, bahkan 2 unit juga. Padahal warga yang lain masih banyak yang butuh. Gak bener ini,' lanjut bapak 3 anak ini.
Senada dengan tetangganya, sebut saja Irpan (46) warga tetangga penerima bantuan yang dimaksud menuturkan, diduga penerima bantuan yang dimaksud merupakan pendatang yang memang sudah berpindah KTP menjadi warga setempat dan diduga pula ada kedekatan dengan pihak penyelenggara Pemerintahan Desa Kalibagor.
"Setahu saya, itu ponpes kan dekat sama Pak Kades Kalibagor. Tapi ya masak sampai dapat bantuan Irpom dan 2 unit RTLH. Kebangetan lah kalau kayak gitu," celoteh Irpan.
Ditempat terpisah, menyikapi kondisi tersebut, Ketua Forum TRABAS Situbondo Deny Rico menegaskan akan menelusuri kebenaran dari mekanisme proses pemilihan penerima dan pastinya akan melaporkan ke pihak terkait apabila ditemukan penyelewengan ada proses pemilihan dan penyerahan penerima dua program mulia tersebut.
"Ini masih sebatas informasi, tapi memang data dokumentasi ada sama saya semua. Pastinya kalau sampai kami temukan dugaan unsur penyelewengan pada proses pemilihan penerima dan pelaksanaannya, kami akan laporkan dan kawal temuan tersebut..!!," tegas Deny Rico.
"Secepatnya kita pasti turun ke lokasi penerima untuk cek fakta kebenaran," pungkasnya.
Pantauan jurnalis Infopol di sekitar lokasi hingga saat berita ini dirilis, fenomena terpilihnya salah satu warga menjadi penerima bantuan Irpom dari Dinas Pertanian Kabupaten Situbondo sekaligus penerima Program RTLH 2 unit menjadi pembicaraan hangat diantara warga. Menurut informasi yang dihimpun, diduga diterima Yayasan Pondok Pesantren dengan inisial TA. (TD/ red - bersambung).

Komentar

