infopol.co.id Kontak Redaksi- 085784424805 wa Terjadi Dugaan Perundungan, Kepala Sekolah & Pengawas Akui Kelemahan Pengawasan Jam Istirahat

Iklan Semua Halaman

Iklan 928x90

Hot Post

Terjadi Dugaan Perundungan, Kepala Sekolah & Pengawas Akui Kelemahan Pengawasan Jam Istirahat

Senin, 03 Agustus 2026

 


 

Malang, Infopol.co.id - Pihak SDN Penarukan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, akhirnya merespons kasus dugaan perundungan yang menimpa salah satu siswanya. Secara terbuka, sekolah mengakui adanya kelalaian dalam pengawasan saat jam istirahat yang memicu terjadinya insiden tersebut.

 

Kepala Sekolah SDN Penarukan, Haristin Indraswari, menyampaikan permohonan maaf secara resmi saat ditemui awak media pada Jumat (31/7/2026). "Saya memohon maaf atas kelalaian pihak kami. Kejadian berlangsung sangat cepat dan bertepatan dengan jam istirahat," ujarnya.

 

Dijelaskan, insiden bermula dari permainan antar siswa yang menyerupai wahana rekreasi, di mana anak-anak saling memutar tubuh rekannya. Pihak sekolah menyayangkan tidak adanya laporan langsung dari orang tua saat kejadian berlangsung, sehingga penanganan awal sempat tertunda. "Kami baru mengetahui hal ini setelah anak tersebut menangis dan menolak berangkat sekolah," tambahnya.

 

Untuk menyelesaikan masalah, sekolah berencana memanggil orang tua siswa yang terlibat secara terpisah guna menjaga kondusivitas dan menghindari kesalahpahaman.

 

Pengawas SD Kecamatan Kepanjen, Firdaus, yang turut hadir membenarkan bahwa akar masalahnya adalah kurangnya pengawasan pendidik. "Ini jelas kelalaian. Ke depannya, saat jam istirahat harus ada pantauan ketat dari guru," tegasnya. Ia juga menginstruksikan agar durasi istirahat diatur lebih efektif, guru piket dilarang bersantai, dan siswa segera dikembalikan ke kelas setelah waktu habis.

 

Di sisi lain, orang tua korban berharap kasus ini ditangani secara tuntas. Ia mengungkapkan anaknya sempat mengalami trauma dan ketakutan untuk bersekolah. "Saya harap hal ini tidak terulang. Anak saya bisa belajar tenang tanpa rasa takut hingga lulus nanti," ucapnya.

 

Hingga berita ini diterbitkan, kasus masih dalam penanganan internal sekolah dan Dinas Pendidikan guna menjamin keamanan serta kenyamanan seluruh siswa. (ed-tim)