JEMBER, Infopol.co.id – Sekitar 200 mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Cipayung Plus menggelar aksi penyampaian aspirasi di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jember, Senin (15/6). Kegiatan ini berjalan aman dan tertib dengan pengawalan ketat dari jajaran kepolisian guna memastikan kelancaran serta keamanan seluruh rangkaian kegiatan, mengingat jumlah peserta yang cukup banyak.
Sebelum turun ke lokasi pengamanan, telah digelar apel kesiapan pasukan yang dipimpin langsung oleh Kabagops Polres Jember, Kompol Istono. Apel ini bertujuan memberikan pengarahan, pembagian tugas, dan memastikan seluruh personel yang diterjunkan memahami tugas pokoknya dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta memfasilitasi hak menyampaikan pendapat para mahasiswa sesuai aturan yang berlaku.
Dalam aksi tersebut, para mahasiswa menyampaikan empat poin utama tuntutan dan masukan kepada pemerintah daerah maupun pusat. Poin pertama yang disampaikan adalah evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka menilai perlu adanya peninjauan kembali agar program tersebut tepat sasaran, berkualitas, dan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
Selanjutnya, poin kedua menyoroti kebijakan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Para mahasiswa meminta agar pemerintah mengkaji ulang konsep, mekanisme, dan implementasi program ini. Hal ini dilakukan guna memastikan KDMP mampu berjalan efektif, mendorong perekonomian warga desa, serta tidak menimbulkan beban atau kendala baru bagi masyarakat di tingkat akar rumput.
Poin ketiga yang disampaikan berkaitan erat dengan kondisi ekonomi makro. Aliansi mahasiswa menuntut pemerintah untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Langkah ini dianggap sangat penting di tengah ketidakpastian ekonomi global yang dinamis, agar kesejahteraan rakyat tetap terjaga dan tidak tergerus oleh gejolak ekonomi dunia.
Poin keempat dan yang juga menjadi sorotan utama adalah penolakan tegas terhadap rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Para mahasiswa berpendapat bahwa kenaikan harga BBM akan memicu kenaikan harga kebutuhan pokok lainnya, yang pada akhirnya akan membebani daya beli masyarakat, khususnya golongan menengah ke bawah yang paling rentan terdampak.
Pengawalan terhadap kegiatan ini dipantau langsung oleh pimpinan tertinggi kepolisian Jember. Hadir di lokasi aksi adalah Kapolres Jember, AKBP Bobby A. Condroputra, Wakapolres Jember Kompol Ferry Dharmawan, serta seluruh Pejabat Utama (PJU) Polres Jember. Kehadiran para pimpinan ini bertujuan untuk memantau situasi langsung, menjembatani komunikasi, serta memastikan tidak terjadi gesekan antar pihak maupun gangguan keamanan dan ketertiban umum di tengah kerumunan peserta aksi.
AKBP Bobby menyampaikan apresiasi atas cara penyampaian aspirasi yang dilakukan secara damai, tertib, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Kegiatan ini berakhir dengan damai tanpa insiden yang merugikan. Dokumen berisi poin-poin aspirasi telah diserahkan kepada pihak DPRD Jember untuk kemudian ditindaklanjuti dan dibahas lebih lanjut, sementara pihak kepolisian tetap siaga menjaga kondusivitas wilayah. (Win)
"AYO JOGO JEMBER"

Komentar


