Surabaya, Infopol.co.id - Rumor yang kerap terjadi dikalangan Pemerintahan Kota Surabaya terkait Rekan Kontraktor dan Konsultan yang di Duga Wajib Setor Vie Proyek Pembangunan Gedung Dinas kesehatan Bukan lagi hal yang mengejutkan di telinga awak media atas permainan kotor tersebut berujung suap Pejabat.
Mengapa permainan kotor dugaan setor uang Vie tersebut selalu di ungkap oleh jurnalis infopol.co.id karna ada keganjalan yang sangat fatal dalam permainan lelang seakan akan telah di atur secara rapi hingga hanya oknum oknum rekanan tertentu yang dimenangkan dalam pelalangan proyek gedung Puskesmas kepala bidang dan jajarannya dari dinas kesehatan
Salah satu contoh rekan konsultan inisial DN yang selalu di menangkan di setiap ada lelang padahal konsultan pengawas ini sering mengabaikan setiap proyek gedung puskesmas yang diwasinya dan sering di panggil kejaksaan terkait proses kasus penyalahgunaan penyusutan matrial yang kerap di lakukan kontraktor di pukesmas Ketabang no 10 namun rekanan ini tetep Masi saja di pakai jasanya sama pegawai kepala Pengawas dari Dinkes.
Dan tak hanya itu sekarang rekanan konsultan DN ini juga di menangkan kembali oleh pihak dinas pelelangan proyek pukesmas sidosermo Surabaya di duga permainan ini terkesan nyolok disinyalir titipan Dinkes pada panitia lelang yang di duga ada pembagian Vie Suap proyek tersebut yang sudah d tata siapa yang akan dimenangkan.
Ketika Diki kepala Pengawasan dari dinas kesehatan saat di konfirmasi terkait dugaan rekanan setor uang pada dirinya dan di tanya nominal besaran uang yang di terima nya .
" Diki tak Berani Menjawab seakan terkesan ketakutan dan lebih memilih BUNGKAM Bak laya orang Tuna wicara",
Terpisah, Andi rekan tim dari Tatang pegawai Inspektorat dari irbansus utama juga tak luput dari cecaran pertanyaan awak media terkait adanya permainan dugaan suap setor Vie proyek pada pejabat dan Andi pun juga di tantang brani apa tidak menindak tegas sesuai kewenangan nya namun,(Jum'at)8/5.
"Andi Pun juga memili Bungkam ," Andi dan Tatang dinilai MLEMPEM alias GOPOK.
MATI NYA KETERBUKAAN PUBLIK
Perlu diketahui Proyek pembangunan gedung Pukesmas yang di anggarkan dari Pajak Rakyat APBD apabila di temukan suatu kejanggalan permainan kotor yang di lakukan oleh pegawai negri sipil yang selalu di umbar bebas ini bisa bisa Warga Surabaya mengalami kerugian besar atas pembayaran pajak nya yang selalu di salah gunakan oleh para pejabat Pemkot Surabaya namun Para pejabat dinilai tak transparan terkesan melindungi rekanan di balik KETIAK nya seola olah inspektorat dan sekda diduga juga mendapat bagian jata dari hasil suap setoran Vie proyek .
Penulis : Narko

Komentar
