MALANG —infopol.co.id Citra institusi Polri kembali diuji dengan munculnya kasus dugaan pelanggaran berat yang melibatkan oknum anggota Satresnarkoba Polres Malang berinisial ZKO. Seorang saksi bernama inisial KLS membongkar praktik mencurigakan di mana oknum tersebut diduga kuat terlibat penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu, bahkan sering melakukannya usai menjalankan tugas operasi penangkapan.
Dalam keterangannya kepada awak media, Rabu (15/4/2026), KLS mengaku kerap diajak berpesta narkoba oleh oknum ZKO. Aktivitas ini sering dilakukan di rumah kos di daerah Dilem maupun di penginapan-penginapan di wilayah Kecamatan Kepanjen.
Menurut pengakuan KLS, pola yang dilakukan oknum tersebut sangat konsisten. Setelah berhasil mengamankan tersangka kasus narkoba, mereka akan langsung berkumpul untuk mengonsumsi barang haram tersebut.
"Paling sedikit ya 'Supra' (istilah paket sabu), dua paket. Setelah menangkap orang, pasti ke kos untuk pesta. Setelah penangkapan berhasil, langsung acc pesta," ungkap KLS.
Ia menjelaskan, sabu-sabu yang digunakan didapatkan langsung dari oknum ZKO dengan takaran mulai dari setengah gram hingga paket lengkap yang disebut "Supra". Tidak hanya berdua, pesta narkoba tersebut juga sering melibatkan orang lain yang diduga sebagai informan atau "anak buah" dari oknum bersangkutan.
Saksi Sudah Bertaubat
KLS menuturkan, momen terakhir ia mengonsumsi sabu bersama oknum ZKO terjadi di sebuah penginapan ternama di Kepanjen. Namun kini, ia mengaku sudah bertobat, meninggalkan lingkaran hitam tersebut, dan merasa trauma dengan kejadian masa lalu.
"Maksudnya setelah pulang dari rehab yang kedua ini, saya sudah tidak pernah hubungan sama Om (ZKO), sudah angkat tangan. Trauma aku," jelasnya dengan nada getir.
Oknum Membantah, Sebut Itu Fitnah
Berbeda halnya saat dikonfirmasi, oknum ZKO justru membantah keras seluruh tuduhan yang dilayangkan terhadapnya. Menurutnya, pengakuan KLS hanyalah rekayasa karena dendam pribadi lantaran pernah diamankan dalam operasi sebelumnya.
"Ya tidak apa-apa, nanti saya tuntut balik kalau seperti itu. Tidak mungkinlah Pak, saya sendiri saja tidak berbuat apa-apa. Sepertinya dia itu sakit hati karena pernah diamankan. Saya sih no comment," tegas ZKO melalui pesan WhatsApp, Senin (20/4/2026).
Ia juga menilai kesaksian tersebut tidak valid karena menurutnya sumbernya berasal dari orang yang memiliki gangguan mental akibat kecanduan narkoba.
"Anak-anak seperti itu otaknya sudah tidak sehat, jadi bisa saja mengarang cerita. Kalau saya difitnah, saya tetap akan tempuh jalur hukum. Pengakuan tanpa bukti tidak bisa dinilai," tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat menanti langkah tegas dari pihak Propam Polres Malang maupun Polda Jatim untuk mengusut tuntas kasus ini demi menjaga kepercayaan publik dan integritas Korps Bhayangkara. (Tim)
Bersambung....

Komentar