infopol.co.id Kontak Redaksi- 085784424805 wa Tim Sidak dilapangan Kaget lihat Kerjaan Aspal, Sangat Amburadul

Iklan Semua Halaman

Iklan 928x90

Hot Post

Tim Sidak dilapangan Kaget lihat Kerjaan Aspal, Sangat Amburadul

Kamis, 26 Februari 2026

 


Bojonegoro - infopol.co.id 

Proyek peningkatan jalan desa di Desa Ngampal, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menjadi sorotan. 


Jalan aspal yang baru sebulan selesai dikerjakan melalui program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun Anggaran 2025 itu dilaporkan sudah mengalami kerusakan.



Menindaklanjuti laporan masyarakat, tim dari Inspektorat Kabupaten Bojonegoro bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga serta Camat Sumberrejo turun langsung ke lokasi pada Kamis (26/2/2026) untuk melakukan monitoring.


Sekretaris Inspektorat Bojonegoro, Didit Sugiarto, mengatakan pihaknya menerjunkan tim guna mengecek kondisi fisik pekerjaan yang bersumber dari dana BKKD tersebut.


“Kami menurunkan tim bersama tim teknis dari PU Bina Marga untuk menindaklanjuti informasi yang kami terima terkait kondisi fisik pekerjaan peningkatan jalan di Desa Ngampal yang sudah mengalami kerusakan, padahal baru saja selesai,” ujar Didit.


Berdasarkan pantauan di lapangan, jalan sepanjang 1.180 meter yang menjadi akses penghubung antar-dusun itu tak lagi dalam kondisi mulus. 


Di sejumlah titik tampak bekas tambalan, sementara kerusakan paling mencolok terlihat pada ruas sepanjang kurang lebih 50 meter.


Jalan aspal tersebut terlihat ambles dan berlubang. Bahkan, agregat batu di bawah lapisan aspal muncul ke permukaan. 


Kondisi ini dinilai mengkhawatirkan mengingat jalan tersebut merupakan akses vital warga untuk aktivitas harian, termasuk mobilitas pertanian dan distribusi hasil panen.


Proyek pembangunan jalan itu diketahui bersumber dari program BKKD Tahun Anggaran 2025 dengan nilai anggaran sekitar Rp 2 miliar. 


Program BKKD merupakan skema bantuan keuangan dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kepada pemerintah desa untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat.


"hasil pemeriksaan masih menunggu laporan lengkap dari tim yang hingga kini masih berada di lokasi," tambah Didit. 



Sementara itu, Kepala Desa Ngampal, Budiono, membenarkan adanya monitoring dari Inspektorat dan Dinas PU Bina Marga di wilayahnya. Dari hasil pengecekan sementara, ditemukan sejumlah kerusakan pada jalan yang baru selesai dibangun tersebut.


“Untuk jalan yang rusak, sesuai arahan tadi akan dilakukan pengerukan dan pembongkaran secara total, kemudian diperbaiki kembali,” ujar Budiono.


Ia menyebut, dugaan sementara kerusakan disebabkan kualitas bahan pondasi jalan yang kurang baik. Nilai pekerjaan proyek tersebut, menurut dia, sekitar Rp1,8 miliar.


“Penyebabnya karena kualitas biscos atau bahan pondasinya kurang bagus,” katanya.


Budiono menambahkan, pihak pelaksana kegiatan atau kontraktor telah berkomitmen melakukan perbaikan sesuai rekomendasi tim monitoring. 


"Pihaknya kontraktor juga menyanggupi untuk melakukan perbaikan dalam waktu dekat," tutupnya.(kang yon)