Lamongan, Infopol.co.id - Warga sido gembul di gegerkan peristiwa pembunuhan mengejutkan terjadi di Dusun Talun, Desa Sidogembul, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Jumat (23/1/2026) pagi. Seorang pria berinisial SA diduga menghabisi nyawa anak kandungnya sendiri, SU, saat korban sedang tidur di dalam rumah.
Kasus tersebut terungkap setelah istri korban pulang dari belanja melihat suami terkapar sudah tidak bernyawa, warga sekitar melaporkan ke polsek Sukodadi atas kejadian seorang pria yang ditemukan tidak bernyawa di rumah pelaku. Aparat kepolisian langsung datang ke lokasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan penyebab kematian korban.
Berdasarkan pemeriksaan awal, korban yang diketahui bekerja sebagai guru seni diduga menjadi korban kekerasan menggunakan tabung gas LPG. Saat kejadian, korban disebut tengah beristirahat di kursi ruang tengah sebelum diserang secara membabibuta.
Kapolsek Sukodadi, Iptu M Sokep, membenarkan adanya laporan dugaan pembunuhan yang diterima pihaknya sekitar pukul 05.30 WIB. Ia menjelaskan, pelaku diduga memukul korban yang sedang tertidur. “Pelaku diduga memukul korban saat korban dalam kondisi tidur,” ujar Iptu M Sokep.
Anggota melakukan penangkapan di depan kecamatan Sukodadi pelaku sempat ganti pakaian sebelum kabur untuk melabui petugas.
Polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi, di antaranya sebuah tabung gas LPG, dua unit telepon genggam milik pelaku dan korban, serta bantal yang terdapat bercak bersimbah darah. Seluruh barang bukti tersebut digunakan untuk kepentingan penyelidikan.
Menurut Iptu M Sokep, pelaku telah diamankan dan saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap motif di balik tindakan tersebut.
“Pelaku sudah kami amankan. Saat ini penyidik masih mendalami motif dan kronologi lengkap kejadian,” jelasnya.
Jenazah korban telah dievakuasi ke RSUD dr Soegiri Lamongan untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian secara medis. Sementara itu, pelaku SA ditangani oleh Tim Jatanras Polres Lamongan.
Hingga kini, garis polisi masih terpasang di lokasi kejadian untuk menjaga keutuhan tempat kejadian perkara selama proses penyelidikan berlangsung. Polisi memastikan penanganan kasus ini dilakukan secara menyeluruh dan sesuai prosedur hukum.(R Har)

Komentar
