Jember, infopol.co.id - Di tengah sorotan publik terhadap institusi kepolisian saat ini, sikap humanis dan tegas aparat di lapangan tetap menjadi harapan masyarakat. Hal itulah yang ditunjukkan Kanit Reskrim Polsek Patrang lpda Mustaqim Romli saat memenuhi undangan dari salah satu sekolah di Kabupaten Jember.
Dalam rangka meningkatkan pemahaman generasi muda tentang dampak buruk narkoba bagi kesehatan fisik dan mental, serta membentuk kesadaran akan pentingnya menjauhi perilaku menyimpang yang dapat merusak masa depan.
Polsek Patrang menggelar kegiatan sosialisasi tentang kenakalan remaja dan bahaya narkoba di Sekolah Rakyat Jember, Sabtu (31/01/2026). Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah ini diikuti oleh guru pendamping dan puluhan siswa yang tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi sejak dini kepada para pelajar agar memahami risiko dari perilaku menyimpang serta bahaya penyalahgunaan narkotika. Materi disampaikan oleh Ipda Mustaqim Romli, S.,Psi., S.H., yang saat ini menjabat Kanit Reskrim Polsek Patrang, Polres Jember.
Kapolres Jember AKBP Bobby A. Condroputra, S.H., S.I.K., MSi., melalui Ipda Mustaqim Romli menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif dalam rangka menjaga generasi muda dari pengaruh negatif lingkungan.
“Dalam kegiatan ini, siswa dikenalkan dengan berbagai bentuk kenakalan remaja. Mulai dari pelanggaran ringan seperti bolos sekolah dan merokok, hingga pelanggaran berat yang masuk ranah hukum seperti konsumsi minuman keras, penyalahgunaan narkoba, seks bebas, tawuran, pencurian, perjudian, penipuan, dan balapan liar,” ungkap Mustaqim.
Sementara itu, Ipda Mustaqim dalam materinya menekankan bahwa narkoba merupakan ancaman serius bagi masa depan generasi muda. “Narkotika tidak hanya merusak fisik dan mental, tetapi juga menghancurkan masa depan. Dampaknya bisa menyebabkan kerusakan otak, ketergantungan, gangguan kehidupan sosial, hingga kematian akibat overdosis,” jelasnya.
Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan tertib dan mendapat sambutan positif dari para siswa dan pihak sekolah. Para peserta terlihat aktif bertanya dan berdiskusi mengenai permasalahan yang dihadapi remaja saat ini.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelajar memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya menjauhi segala bentuk kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba, demi masa depan yang lebih cerah dan berkualitas.
Ipda Mustaqim menambahkan, Sekolah Rakyat Merupakan rogram Bapak RI 1 Guna wadah pendidikan gratis berasrama untuk anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, bertujuan memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas, karakter, dan keterampilan, serta memberikan dukungan komprehensif bagi keluarga siswa melalui pemberdayaan dan program sosial lainnya, dengan target mencakup 500 sekolah hingga 2029 dan di Kabupaten Jember sejak bulan Juni 2025.
“Kami berharap apa yang disampaikan hari ini bisa menjadi bekal penting bagi anak-anak untuk menjaga diri dan memilih pergaulan yang positif,” tutup Ipda Mustaqim Romli. (WN)

Komentar


