Infopo.co.id , Surabaya - Viral Penyimpangan dan kecurangan atas banyaknya pelanggaran dalam pekerjaan proyek pembangunan gedung bertingkat lantai 3 yang dikerjakan Pelaksana CV SJU BARU yang Mengabaikan kajian Teknik Spectek dan mencurangi Bahan Matrial yang diduga pembuatan Rabatan beton menggunakan pasir bercampur lumpur serta mengurangi takaran yang telah di tentukan,
Terlihat jelas tampak bangunan kolom pilar pagar serta pemasangan cakar ayam untuk pembatas gedung SMPN sekolah yang ada di lokasi jl.Tambak Wedi kota Surabaya banyak yang kropos dan juga masih terlihat Tulang besi yang mengangah dipastikan kepadatan cor berkurang dan ketabalannya pun di susut kan hingga kwalitas cor beton kolom pilar pagar di ragukan bisa berdampak ambruk dikarenakan pembuatan adonan cor beton secara manual Molend dan diduga kuat kontraktor tidak menggunakan pancangan strous .
Seharusnya cor kolom pilar pagar , pancangan strous dan cakar ayam di cor menggunakan Redimix yang jelas mutu kwalitasnya terjamin namun aneh nya Konsultan pengawas dan Rayon Pengawas Dari dinas Pendidikan malah membiarkan dengan bebas kontraktor membuat adonan cor rabatan beton secara manual Molend di duga kuat pelaksana kontraktor tidak memiliki surat izin dari ITS.
Tak berselang lama ,Prabu konsultan pengawas CV Arlana melobi wartawan dengan iming - iming memberi Uang dengan nominal yang disebutkan dalam laman chat whatsApp pribadinya bertujuhan agar kasus perkara proyek gedung SMPN tambak Wedi tidak diberitakan dan CV Arlana supaya aman tidak jadi di beclis ,
"Ngapunten pak saya minta beritanya di tecdown saya selaku pengawas cuma bisa beri 1 juta ," tutur prabu yang di duga di tekan atas printah Kabid PPK SMPN .
Sayangnya Lobi - lobi yang di ajukan konsultan CV arlana ternya tak menuai hasil malah di tolak mentah - mentah oleh redaksi infopol TV .
Kabid PPK SMPN,Sya'roni di konfirmasi soal konsultan yang mencoba melakukan dugaan Suap pada wartawan atas perintahnya atau bukan ,Namun Kabid Masi memilih Bungkam di duga kuat Kabid PPK pura - pra Bisu Dan Budhek.
Terpisah ,Yusuf kepala dinas pendidikan saat di beri info wartawan tentang bukti chat konsultan pengawas yang mencoba ingin menyuap agar kasus perkara dugaan korupsi atas penyimpangan dan pelanggaran proses pembangunan gedung sekolahan SMPN Tambak Wedi supaya aman ,
"Mohon maaf kan ya pak ," tandas kadin pendidikan ,(Sabtu)15/11/25.
TINDAK TEGAS APA YANG AKAN DILAKUKAN INSPEKTORAT DAN DINAS PENDIDIKAN JIKA SUDAH MENGETAHUI BAHWA ADA INDIKASI DUGAAN PERCOBAAN PENYUAPAN YANG DILAKUKAN KONSULTAN NAMUN DITOLAK WARTAWAN YANG MENGUNGKAP PERKARA KASUS PROYEK NYA .
(NK)

Komentar
