Surabaya, Infopol.co.id - Kapolri Jenderal Listiyo Sigit Prabowo meresmikan Gedung Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia ( KSPI AGN) Jawa Timur di Jalan Raya Lontar Candi Lempung, Manukan Kulon, Kecamatan Sambikereb, Surabaya, Jum'at (21/08).
Pantauan di lokasi, Kapolri tiba dilokasi sekitar pukul 14.20 WIB. Ia didampingi Gubernur Khofifah Indar Prawansa, dan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, dan sejumlah pejabat lainnya.
Kapolri tampak mengenakan jaket perpaduan warna putih dan biru, Ia langsung masuk menuju lobi depan gedung.
Sesampainya di lobi Listyo langsung menandatangani papan plakat peresmian gedung KSPSI AGN tersebut.
Setelah itu Listyo dan khofifah melakukan pemotongan pita bersama sebagai tanda bahwa gedung tersebut telah diresmikan.
Listiyo dan rombongan kemudian masuk menuju lantai 2 Gedung KSPSI AGN, tempat acara peresmian berlangsung. Sejumlah buruh yang mengenakan seragam biru telah memenuhi kursi dilantai 2 serta halaman gedung.
Dalam pidatonya, Listyo menyampaikan bahwa saat ini dunia menghadapi situasi global dan fase perubahan yang sangat cukup cepat.
"Dan ini tentunya juga memunculkan landscape baru didalam perekonomian di bidang ketenagakerjaan. Dan tentunya kita semua juga harus selalu siap menghadapi situasi yang ada, " kata Listyo saat berpidato dalam acara peresmian Gedung KSPI AGN Jawa Timur, Surabaya, Jumat (21/8).
Ia mengatakan penggunaan teknologi baru terus berkembang, mulai dari robotik, artificial intelligence (AI), hingga teknologi lainnya. Karena itu, ia berharap para buruh dapat beradaptasi dan memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada saat ini. "Saat ini dunia berkembang, penggunaan teknologi-teknologi baru, ada robotik, ada AI, ada IoT. Dan tentunya ini semua menjadi bagian bagi semua teman-teman buruh harus bisa segera beradaptasi untuk menghadapi perkembangan zaman yang ada." Sehingga bagaimana perkembangan dunia teknologi, namun tetap teman-teman serikat buruh bisa eksis di situasi yang saat ini sedang kita hadapi dalam kondisi dinamika global yang penuh ketidakpastian, "ujarnya

Komentar

