Malang – Infopol.co.id - Penolakan terhadap rencana penyelenggaraan pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan pada 28 April 2026 kembali mencuat.
Kali ini, suara penolakan datang dari keluarga korban Tragedi Kanjuruhan yang menyampaikan pernyataan sikap di depan halaman Polres Malang dan stadion Kanjuruhan yang juga diposting di media sosial Instagram. Jum,at, (03/04/2026).
Dalam unggahan akun @lpmkavling10, keluarga korban menegaskan bahwa Stadion Kanjuruhan bukan sekadar tempat pertandingan, melainkan ruang yang menyimpan luka mendalam akibat peristiwa 1 Oktober 2022.
Mereka menilai rencana menggelar laga di lokasi tersebut berpotensi melukai kembali perasaan keluarga yang hingga kini masih berduka.
“Stadion Kanjuruhan menyimpan ingatan yang tidak akan pernah bisa kami lupakan. Di sanalah, kami menunggu kepulangan orang-orang yang kami cintai, yang ternyata tidak pernah pulang,” tulis pernyataan tersebut.
Keluarga korban juga menilai bahwa menggelar pertandingan di stadion tersebut sama saja dengan mengabaikan duka yang belum selesai.
Bagi mereka, Kanjuruhan bukan lagi sekadar fasilitas olahraga, melainkan tempat terakhir bertemu dengan orang-orang tercinta.
Lebih lanjut, mereka mempertanyakan sensitivitas penyelenggara terhadap nilai kemanusiaan.
“Apabila pertandingan ini tetap digelar, kami hanya ingin bertanya kepada panitia pelaksana: seberapa murahkah nyawa orang-orang yang kami cintai di mata kalian?” lanjut isi pernyataan itu.
Unggahan tersebut memicu beragam respons dari warganet. Sebagian besar memberikan dukungan terhadap sikap keluarga korban, sementara lainnya menawarkan solusi alternatif terkait lokasi pertandingan.
Salah satu pengguna Instagram, @sam_daffa_011022, yang mengaku sebagai penyintas tragedi, menyarankan agar pertandingan dipindahkan ke tempat netral.
“Saya sebagai penyintas Tragedi Kanjuruhan menyarankan agar pertandingan Arema FC vs Persebaya dimainkan di tempat netral. Kalau tidak bisa, minimal di Stadion Gajayana, Kota Malang,” tulisnya.
Komentar lain datang dari akun @non.aligned.firm yang secara tegas menolak rencana tersebut. “Tolak laga Arema FC vs Persebaya! Trauma itu masih belum hilang! #TolakMainDiKanjuruhan,” tulisnya.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak penyelenggara maupun otoritas terkait mengenai respons atas penolakan tersebut.
Namun, polemik ini kembali mengingatkan publik bahwa tragedi kemanusiaan di Stadion Kanjuruhan masih menyisakan luka mendalam yang belum sepenuhnya pulih, terutama bagi keluarga korban.(team)

Komentar