Targetkan Ibu Hamil KEK di Kabupaten Bandung, Kang DS Dukung Program "Satu Pegawai (ASN) Satu Kilogram Telur"
INFOPOL, Bandung Kabupaten - Pemerintah Kabupaten Bandung launching Program ‘Satu Pegawai Satu Kilogram Telur’ bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Program inisiai dari Tim Penggerak PKK Kabupaten Bandung ini merupakan bukti kepedulian PKK dan Pemkab Bandung dalam upaya percepatan, pencegahan dan penurunan angka stunting, (Selasa, 05/08/2025).
Bupati Bandung Dadang Supriatna menjelaskan, Program ini khususnya menargetkan ibu hamil dengan kategori Kekurangan Energi Kronik (KEK) di Kabupaten ini.
“Program Satu ASN Satu Kilogram Telur ini khususnya menyasar ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronik (KEK), sebagai kelompok prioritas penerima manfaat,” jelas Bupati Bandung saat pelantikan Ketua TP PKK dan Ketua Posyandu Tingkat Kecamatan dan Kelurahan, di Gedung Dewi Sartika Soreang, (Senin, 04/08/2025).
Dalam pelantikan Ketua PKK dan Posyandu tingkat Kecamatan dan Kelurahan ini, Kang DS memberikan arahan agar PKK dan Posyandu fokus pada penanganan stunting dan gizi anak. Sebab menurutnya kondisi stunting masih menjadi perhatian nasional, termasuk di Kabupaten Bandung.
“Saya minta agar TP PKK dan Posyandu di semua tingkatan dapat bersinergi dengan puskesmas, kader kesehatan, serta pemerintah daerah dalam intervensi pencegahan dan penanganan stunting, termasuk melalui 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK),” katanya.
“Saya juga mendorong TP PKK Kecamatan dan Kelurahan untuk lebih aktif mengembangkan UP2K. Manfaatkan potensi lokal, dorong wirausaha perempuan, dan dukung pemasaran produk melalui media digital serta Bazar UMKM yang diselenggarakan pemerintah daerah,” pesan Bupati Kang DS.
Gerakan Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), TP PKK dan TP Posyandu diharapkan pula menjadi penggerak utama di lingkungan masing-masing untuk membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat, pengelolaan sampah rumah tangga, serta pemanfaatan lahan pekarangan untuk tanaman obat dan sayuran. Selain itu, pengelolaan Program PKK dan Posyandu ke depan memanfaatkan teknologi digital, baik dalam hal pendataan keluarga, pelaporan kegiatan, maupun komunikasi antar kader.
“Pemerintah Kabupaten Bandung siap mendukung pelatihan dan penyediaan sarana dasar penunjang digitalisasi ini,” tandasnya.
Sementara, Ketua TP PKK Kabupaten Bandung Emma Dety Permanawati memohon dukungan dari Bupati Bandung untuk Gerakan Satu Kilo Telur untuk ASN di Pemkab Bandung.
“Gerakan 1 ASN 1 Kilo Telur ini menyasar ibu hamil. Menurut data Dinas Kesehatan sebanyak 2.012 orang ibu bertatus hamil KEK. Untuk itu kami minta kepada Bapak Bupati untuk bisa mengeluarkan kebijakan untuk program ASN sedekah 1 Kg telur per bulannya,” ungkap Emma. (IP TeDe/ Red -Humas)

Komentar
