infopol.co.id Kontak Redaksi- 085784424805 wa Insentif Kader Posyandu 2025 Bakal Cair, Kadinkes Situbondo: Dipastikan Cair Sebelum Akhir Tahun dan Naik Mulai TA 2026

Iklan Semua Halaman

Iklan 928x90

Hot Post

Insentif Kader Posyandu 2025 Bakal Cair, Kadinkes Situbondo: Dipastikan Cair Sebelum Akhir Tahun dan Naik Mulai TA 2026

Rabu, 06 Agustus 2025

 Insentif Kader Posyandu 2025 Bakal Cair, Kadinkes Situbondo: Dipastikan Cair Sebelum Akhir Tahun dan Naik Mulai TA 2026



INFOPOL, Situbondo - Pemerintah Kabupaten Situbondo memastikan insentif Kader Posyandu tahun 2025 akan cair sebelum akhir tahun dan tak hanya itu, besaran insentif pun akan dinaikkan mulai tahun anggaran 2026, (Rabu,06/08/2025).


Bupati Situbondo melalui Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Situbondo, dr. Sandi Hendrayono menyampaikan kabar gembira tersebut usai menemui Mas Rio untuk meminta tanda tangan surat keputusan (SK) pencairan insentif di Pendopo Rakyat Situbondo.


"Jadi, sesuai instruksi Bapak Bupati, insentif kader posyandu segera dicairkan. Tadi sudah ditandatangani SK penetapan penerima insentif oleh beliau," ujar Sandi


Pemerintah Kabupaten Situbondo telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,8 miliar untuk insentif bagi 5.703 kader posyandu. Tahun ini, setiap kader akan menerima Rp. 500 ribu per tahun yang dicairkan usai pengesahan Perubahan APBD 2025.


"Tahun depan, insentif akan naik menjadi Rp600 ribu per tahun, dicairkan dalam dua tahap, masing-masing Rp300 ribu per semester," tambahnya.


Peningkatan insentif ini, lanjut Sandi,  bisa menambah semangat para kader dalam mendukung program-program kesehatan, terutama di tingkat desa.


"Kita tidak bisa hanya mengandalkan dua atau tiga tenaga kesehatan. Peran kader posyandu sangat penting untuk menjangkau pelayanan kesehatan secara luas dan maksimal," tegasnya.


Sementara itu, Bupati Mas Rio mengingatkan para kader untuk tetap fokus pada pelayanan masyarakat dan tidak terlibat dalam urusan politik. Disamping juga menyinggung program prioritas Nasional, yakni penanggulangan stunting. Mas Rio meminta para ahli gizi dan kader posyandu mengoptimalkan potensi lokal berupa tanaman Maronggi (daun kelor).


"Fokus saja memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Politik itu urusan saya, Mbak Ulfi, dan teman-teman partai. Sekali lagi, fokus untuk masyarakat. Kami sudah minta ahli gizi fokus meneliti Maronggi. Ini tanaman lokal yang bergizi tinggi dan bisa diolah menjadi berbagai varian makanan. Cocok untuk mendukung gizi anak dan program penurunan stunting," jelasnya. (IP TeDe/Fer-Red)