INFOPOL, Bandung Kabupaten - Lingkungan Sekeloa 4 RT 05 RW 09 Margahayu Selatan, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung gempar, sekelompok pemuda tak dikenal diduga menyerang muda-mudi di daerah tersebut dengan menggunakan senjata tajam (Sajam), (Sabtu, 09/08/2025).
Aksi mirip perang-perangan tersebut sontak membuat gaduh dan menggangu waktu istirahat seluruh warga. Penuturan dari salah satu saksi Oman (50) warga setempat menceritakan, kejadian bermula saat sekelompok muda-mudi termasuk anaknya yang sedang duduk nongkrong di jalan sekeloa 4. Tepat dini hari sekitar jam 01.40 WIB, sekelompok pemuda tak dikenal dengan mengendarai 3 unit motor datang dengan membawa Sajam dan diduga menyerang.
"Ada tiga motor, boncengan semua. Bawa Sajam kayak celurit yang panjang nyerang anak saya dan teman-temannya. Anak saya lari ke rumah bangunin saya, akhirnya saya samperin kesana," beber Oman.
Beredar dugaan tindak penyerangan tersebut karena ada rumor serangan dari pihak lingkungan RT 05 RW 09 sekeloa 4, tapi rumor tersebut juga masih simpang siur.
"Rumornya kayak gitu, kita mau nyerang jadi di serang dulu. Kurang tau siapa yang nyebarin. Kalau korban gak ada, cuma motor anak saya rusak dan sempat jaketnya kena sabetan Sajam, untung aja gak sampai luka," tambah pria paruh baya ini.
Hal senada diungkapkan Yadi (45), salah satu saksi yang ikut menghalau aksi dugaan penyerangan tersebut. Adik kandung Oman ini sontak bangun dari tidurnya saat mendengar gaduh dan baru tau kalau yang diserah adalah keponakannya.
"Itu pakai kayak celurit panjang, mereka sempat masuk ke gang Masjid Hikmatul Amaliyah, sempat kita halau dan akhirnya mereka pergi," ungkap Yadi.
"Pasca setelah kejadian, cerita dari anak-anak, motor keponakan rusak kena sabetan dan handphone hilang di lokasi. Masih belum tau tar dilaporin ke Polsek atau gimana, yang jelas rekaman CCTV dari Masjid itu ada," pungkasnya.
Pantauan tim di lokasi, masyarakat sebenarnya menyesalkan aksi-aksi serupa terjadi di lingkungannya. Mereka berharap ada satu tindakan pencegahan dari stake holder khususnya Polsek setempat, supaya kejadian serupa tidak terulang kembali di lingkungannya. (IP TeDe/Red).

Komentar
