Adakan Musyawarah Desa Perubahan RPJMDes 2025–2027, Desa Wedani
GRESIK - Infopol.co.id
Pemerintah Desa Wedani, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, menggelar Musyawarah Desa dalam rangka pembahasan perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) Tahun 2025–2027.
Acara yang berlangsung di Balai Desa Wedani pada Juma'at Sore ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan arah pembangunan desa dengan program pembangunan dari pemerintah daerah hingga pusat,
11Juli 2025,Musyawarah ini dihadiri oleh Camat Cerme, H. Umar Hasyim, Sekretaris Camat Cerme, Siti Musrifah, Danramil 0817/08 Cerme, Lettu Inf. Toyib, serta Kepala Desa Wedani, H. Hadi Sanjaya , dan Ketua BPD Desa Wedani, H. Im Alchoir, Turut hadir pula anggota BPD, perangkat desa, tokoh masyarakat , tokoh agama , dan unsur masyarakat lainnya.
Dalam sambutannya, Camat Cerme, H. Umar Hasyim, menegaskan bahwa pembangunan desa harus berjalan secara berkelanjutan dan sinergis dengan kebijakan pemerintah kabupaten, provinsi, Ia juga mengajak seluruh pihak untuk mensyukuri keberhasilan berbagai program pusat, seperti program ketahanan pangan yang telah membantu meningkatkan pendapatan petani melalui kestabilan harga saat panen.
Sementara itu,
Kepala Desa Wedani, H.Hadi Sanjaya mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamu undangan dan masyarakat yang hadir. Ia menyampaikan harapan agar seluruh elemen desa tetap kompak, guyup rukun, dan bersama-sama menjalankan program-program pembangunan demi kemajuan Desa Wedani dan kesejahteraan masyarakat. “Kami tidak bisa bekerja sendiri. Keberhasilan pembangunan desa hanya bisa tercapai jika kita semua saling mendukung dan bergotong royong,” ujarnya penuh semangat.
Sekcam Siti juga menambahkan bahwa perubahan RPJMDes menjadi krusial akibat penambahan dua tahun masa perencanaan. Oleh karena itu, dokumen RPJMDes harus di tuangkan dalam RKPDES dan diselaraskan dengan Nawakarsa Bupati Gresik , serta visi misi besar Bpk Presiden Prabawo Subianto untuk "Indonesia Semakin Maju"
Musyawarah ini menjadi wujud partisipasi aktif dan kolaborasi masyarakat dalam menyusun prioritas pembangunan inklusif,adaptif .juga ada kelanjutan kedepannya.
(Rayap)