Lamongan, infopol.co.id
SMA Negeri 2 Lamongan (SMADA) getol melakukan langkah serius untuk menyiapkan generasi emas menyambut seratus tahun Indonesia merdeka, Kepala SMAN 2 Lamongan, Dr. Sofyan Hadi, M.Pd menuturkan, yang dilakukan SMADA Lamongan saat ini membangun budaya sekolah di atas empat pilar, yakni sehat, cerdas, damai, dan religius.
Budaya sehat meliputi sehat gizi, sehat fisik, sehat jiwa, sehat lingkungan, dan imunisasi. Budaya cerdas meliputi literasi, pembelajaran berkualitas, dan bimbingan belajar.Budaya damai meliputi ramah tanpa kekerasan fisik, psikis, seksual, perundungan, dan intoleran.
‘’Budaya religius meliputi tanfidz, qotmil Quran dan kajian,’’ tutur Sofyan, sapaan akrabnya.
Sebagai sekolah favorit di Kabupaten Lamongan, semua mata telah tertuju ke SMA Negeri 2 Lamongan. Semua cita-cita dan keinginan menuju SMADA Lamongan sebagai sarana, jalan, dan pintu meraih kesuksesan.
Sekolah damai anti kekerasan fisik, psikis, anti buliying, anti perundungan, anti radikalisme, anti terorisme, dan anti ekstremisme dengan Prestasi nasional dan global, OSN, Karya tulis ilmiah, SMA Ward, masuk PTN bergengsi.
Terkait pencegahan Bullying, SMAN 2 Lamongan, menciptakan sebuah aplikasi SafeMe anti bulliying. Dengan aplikasi ini, siswa maupun orang tua dengan mudah melapor jika terjadi perundungan.
SafeMe adalah aplikasi inovatif karya Inovasi Kepala SMA Negeri 2 Lamongan, Dr. Sofyan Hadi. M. Pd. yang dirancang khusus untuk mencegah dan menangani kasus bullying di lingkungan sekolah. Dengan tujuan utama menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi semua siswa.
SafeMe hadir sebagai solusi digital untuk mengidentifikasi, melaporkan, dan mengatasi tindakan perundungan secara efektif.
"Perundungan dapat terjadi diberbagai tempat, oleh karena itu SMADA SafeMe hadir sebagai solusi digital untuk mengidentifikasikan, mencegah, melaporkan dan mengatasi tindakan perundungan secara efektif disekolah," Ungkap Dr. Sofyan Hadi.
"Dengan SafeMe, kita semua bisa bersama-sama menciptakan generasi muda yang lebih empatik, bertanggung jawab, dan berani untuk Katakan TIDAK pada bullying." Pungkasnya. (Why).