Surabaya, infopol.co.id
Beda orang beda kwalitas moralnya, Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Pati mengembalikan uang SPP siswa. Hal itu dilakukan menyusul arahan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo agar sekolah mengembalikan uang SPP siswa yang sudah terlanjur dibayar, mengingat Pemprov Jateng telah menggratiskan SPP siswa SMA/SMA/SLB Negeri.
Kepala SMAN 2 Pati Budi Santosa menindaklanjutinya dengan mengembalikan uang SPP siswa, Aksi itu diunggahnya di akun media sosial Twitternya @BIG27BUDI. Dia mengunggah foto dengan keterangan “Hari ini SMA N 2 PATI mengembalikan SPP untuk 486 siswa dengan total uang yg dikembalikan 209.420.000. Sesuai arah dari Pak Gub @ganjarpranowo dan petunjuk dari @pdkjateng. Alhamdulillah Ortu siswa senang dan tersenyum gembira. MAJU BERSAMA HEBAT SEMUA”.
Hal ini berbanding terbalik dengan situasi di SMAN 12 Surabaya, Pungutan yang dikemas seolah-olah sumbangan komite Rp. 150 ribu menyerupai SPP wajib dibayar setiap bulan oleh murid.
Banyak yang menuding Kepala Sekolah, Mugono merasa kebal hukum dan menjelma menjadi kapal keruk bekerja sama dengan Komite menjalankan dugaan kesepakatan jahat untuk meraup Milyaran Rupiah dari walmur dengan modus sumbangan komite.
Uang yang dikutip oleh SMAN 1 Surabaya dengan menggunakan tangan Komite, Rp 150.000 per siswa, saat ini ada 1118 peserta didik di sana jika dikalkulasikan, berarti ada Rp. 2 Milyar lebih per tahun yang berhasil diraup dari wali murid dari uang SPP bulanan saja, belum lagi uang ini itu yang juga harus dibayar siswa, ingat! SMAN 12 Surabaya juga menjual seragam dan buku LKS.
Wali murid pun menjerit sampai berdarah-darah menangis merasa tak mampu membayar hingga menunggak,
"Saya salah satu orang tua wali murid SMAN 12 Surabaya, Kalau soal sekolahannya sih standard, tp soal Pembayaran ini itu kenapa masih terjadi juga disekolah negeri ini, seperti uang Komite yang diharuskan semula bayar 100 ribu dengan nominal segitu saja banyak orang tua murid yang kesulitan bayar sampai nunggak," Ungkapnya.
"akhirnya pernah disarankan bayar 50 ribu gpp bagi yg kurang mampu. eh gak lama kemudian naik 150 ribu harus bayar rata sama , Gila ! bisa minta keringanan asal temui Kepala Sekolah dengan meminta surat tidak mampu dll," Tambah nya.
"Belum kelar masalah Komite datanglah Uang LKS yang diharuskan beli disekolah dengan Nominal yang tidak murah juga, Ya Allah belum kelar masalah uang LKS sekarang dipungut lagi uang parkir bagi Siswa ! Apa-apaan ini ??? Apa kamar mandi dan WC tidak di suruh bayar sekalian ???," Pungkasnya. (Mh).