infopol.co.id Kontak Redaksi- 085784424805 wa Diduga Takut Dikonfirmasi, Kepsek SMAN 12 Surabaya Blokir Nomor Wartawan

Iklan Semua Halaman

Iklan 928x90

Hot Post

Diduga Takut Dikonfirmasi, Kepsek SMAN 12 Surabaya Blokir Nomor Wartawan

Sabtu, 07 September 2024

 



Surabaya, infopol.co.id

Salah satu perilaku kurang baik dari sebagian oknum pejabat di negeri ini adalah memblokir nomor kontak Wartawan, Tujuan utama dari pemblokiran itu tidak lain adalah agar si Wartawan tidak dapat menghubunginya lagi di kemudian hari.


Seperti yang dilakukan oleh Kepala Sekolah SMAN 12 Surabaya, Mugono yang dengan cepat memblokir Nomor Wartawan yang Konfirmasi terkait dugaan pungli dan jual beli LKS di sekolahnya. 


Padahal pengelolaan dan penggunaan dana keuangan sekolah harus transparan dan tidak boleh ditutup-tutupi.


Sikap Mugono yang seolah sengaja menghindar saat dikonfirmasi wartawan menjadi sorotan dan menimbulkan pertanyaan. 


Pegiat Anti Korupsi, Guntur Bledek mengaku sangat prihatin dengan sikap dan perilaku Mugono yang mengambil jalan pintas, memblokir nomor kontak Wartawan ketika merasa terganggu saat dihubungi. 


“Kecuali jika terkait dengan modus penipuan, pengancaman dan sejenisnya, bolehlah nomor kontak si penelpon atau pengirim pesan SMS/WA diblokir. Namun, jika Wartawan yang mempertanyakan kinerja pejabat, menyampaikan aspirasi, keluhan, dan sebagainya, hal seperti ini semestinya dijawab dengan baik dan ditindak-lanjuti sesuai tugas pokok dan fungsi si pejabat atau aparat tersebut,” terangnya. Sabtu, (7/9/2024). 


pemblokiran tersebut menyebabkan terhambatnya komunikasi terkait temuan dugaan penyimpangan terkait pungutan maupun proses PPDB yang ditengarai ada dugaan kecurangan di lembaga tersebut. 


“Ini pengalaman harian kita sebagai wartawan. Para oknum pejabat itu kemungkinan mengalami sakit kepala, pusing tujuh keliling mencari alasan, alibi, dan argumentasi atas pertanyaan kritis wartawan terhadap kinerjanya yang tidak becus, ‘koruptif,’ dan sewenang-wenang. Ini erat kaitannya dengan penyakit mental pengecut akut yang diidap sebagian oknum pejabat dan aparat di negeri ini,” tambahnya.


Bahkan, pejabat atau aparat yang awalnya sangat welcome, bisa tiba-tiba berbalik dan memblokir nomor ponsel seketika saat awak Media mencium adanya gelagat penyelewengan yang dilakukan sang pejabat.


“Ada beberapa oknum pejabat yang awalnya bersikap baik dan komunikatif, namun tiba-tiba memblokir nomor. Mungkin karena ingin menutup diri agar tidak ketahuan lebih banyak kebobrokannya yaa. Oknum itu ada di hampir semua level,’ ungkapnya. 


Terkait blokir-memblokir nomor kontak itu, Bledek menegaskan bahwa seluruh pejabat penyelenggara pemerintahan, mereka itu hidupnya dibiayai dari uang rakyat, yang mereka kelola adalah juga uang rakyat tidak semestinya menutup diri dari hubungan komunikasi dengan Masyarakat maupun Wartawan. 


Oleh karenanya, Bledek menghimbau agar para pejabat dan aparat segera sadar diri bahwa dia ada di posisi jabatan itu adalah semata-mata untuk melayani rakyat. 


“untuk yang bersangkutan, Segeralah kembali ke jalan yang benar, gunakan handphone pembelian dari uang rakyat untuk melayani rakyat dengan baik, bukan menutup diri dengan memblokir nomor kontak rakyat. Jika tidak ingin dikonfirmasi silahkan berhenti dari jabatan Anda, mari bergabung dengan rakyat kebanyakan, dan kita pelototi bersama para pejabat yang ada agar melaksanakan tupoksinya dengan baik,” pungkasnya. (Mh).