Banyuwangi - infopol.co.id
Lambatnya kasus penganiayaan dan pengeroyokan 3 Siswa SMPN 1 Tegalsari di Dusun Balokan, Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi tak kunjung diusut oleh Polsek Tegalsari.
Pasalnya kasus yang dilaporkan orang tua korban penganiayaan dan pengeroyokan pada tanggal 10 Maret 2024 tak kunjung diusut, demikian yang dikatakan salah satu orang tua korban kepada Wartawan.
Dia mengaku kecewa atas kinerja kepolisian yang dinilai lamban dalam menangani kasus putranya, sudah satu bulan lamanya sampai sekarang laporan penganiayaan dan pengeroyokan anak saya di Polsek Tegalsari tidak ada perkembangan sama sekali.
Ketua Umum (LSM PENJARA RI) E. PALGUNADI S. Pd yang mendapat kuasa dari ke tiga orang tua korban telah secara aktif menanyakan perkembangan atas laporan tersebut, Kapolsek Tegalsari yang dihubungi melalui via chat mengatakan "tidak mudah menjadikan seseorang sebagai tersangka dan sudah menekan pihak Reskrim untuk menyelidiki kasus tersebut", namun sampai saat ini tidak ada perkembangan sama sekali, padahal bukti-bukti sudah terkumpul (visum, foto, dan video).
Salah satu pelaku pengeroyokan mengabadikan kejadian pengeroyokan tersebut dalam bentuk foto dan video lalu meng-upload ke sosial medianya.
Ketua Umum LSM PENJARA RI yang kita temui menegaskan jika masih tidak ada perkembangan dalam waktu singkat akan menyurati Kapolres dan Propam agar ada penyidikan kinerja Polsek Tegalsari, dan akan memantau terus sampai kasus penganiayaan tuntas, ungkapnya.!!
(Ip_Nano)