Surabaya infopol.co.id- Proyek Pembangunan rumah pompa yang berada d wilayah jl undaan ternyata Gunakan sirtu ayak untuk pembuatan adonan Loloh dan Rabatan dalam pelaksanaan pembuatan tersebut juga mengindahkan aturan yang tertuang dalam Spektek(spesifikasi teknis)
Seperti temuan tim investigasi media infopol saat berada di lokasi proyek rumah pompa kuli pekerja PT.Ganesha jaya membuat adonan Loloh dengan sirtu ayak di campur semen tidak sesuai takaran hingga mutu kwalitasnya d ragukan untuk pemasang batu kali dan bata merah
Sementara,Idi kasi satuan tugas saat dikonfirmasi awak media infopol.c.id tentang sirtu ayak dan takaran semen terkesan asal-asalan dan tidak sesuai aturan spectek,
"Iya mas yang handel rumah pompa pak can,"ucap idi.Rabo 04/10/2023
Pak can yang disebut itu ternyata menjabat sebagai kepala seksi pengawasan di bidang dinas sumber air pematusan yang di duga Kuat menghendel dan turut serta adanya penyimpangan kecurangan matrial yang di lakukan pekerja PT tersebut di duga dapat setoran dari pihak pemenang lelang.
Ketika inisial AP narsum yang turut ikut mengecam atas kinerja dinas yang selalu bermain atas pembiaran penyimpangan bahan Matrial atas pekerjaan ruma pompa dan juga menggunakan anggaran dari pajak rakyat APBD Serta merugikan anggaran pajak yang di kelola langsung pemerintahan kota Surabaya,
"Ini tidak bisa di biarkan jika anggaran pajak rakyat terus terusan di di grogoti oleh kontraktor yang suka melakukan penyimpangan saat pelaksanaan pekerjaan wajib kita buat aduan masyarakat ke dinas dan melaporkan tembusan ke yang berwenang atas dugaan pelanggaran yang merugikan pajak daerah,"cetu AP pada media infopol.
Apabila Penyimpangan bahan Matrial seperti semen yang dicurangi takarannya dan yang seharusnya pembuatan adonan Loloh atau Rabatan beton ini menurut aturan yang benar 1 sak semen 4 kotak pasir tidak di terapkan dalam pelaksanaan kerja fakta dilapangan mberot dari aturan yang tertuang dalam draf, faktanya kuli mencampur setengah sak semen.
Dan tak hanya itu petugas rekanan konsultan pengawas dari CV.IDEAKARYA NUSA yang juga di gaji dari anggaran pajak rakyat ini ikut terlibat atas pembiaran penyimpangan diduga kuat oknum dinas sumber air pematusan dan rekanan konsultan Pemkot kota Surabaya mendapat setoran nilai besar dari pihak kontraktor.(Narko)

Komentar
