BANYUWANGI. Infopol.co.id - Gapura saat ini banyak dikenal oleh masyarakat sebagai pintu gerbang untuk masuk ke sebuah wilayah tertentu.
Bangunan gapura saat ini terbuat dari bata merah yang didesain sedemikian rupa, sehingga membentuk bangunan yang mengandung nilai seni.Bahkan ada yang terbuat dari batu hasil karya seorang seniman ukir.
Akan tetapi tidak dengan gapura tua di Alas Purwo ini, menurut praktisi supranatural Om Hao dulunya bukan dari batu biasa.
Om Hao menjelaskan cerita sejarah, situs tua di Alas Purwo tersebut melalui kemampuannya untuk melihat kilas balik masa lalu," Ucapnya.
Dari kanal YouTube Kisah Tanah Jawa, khususnya Alas Purwo (AP) Kabupaten Banyuwangi. Om Hao memberikan penjelasan rinci tentang fungsi dari bangunan tua tersebut 1200 tahun yang lalu," kata Om Hao.Sabtu (11/06/2022).
Bangunan tersebut bernama Situs Kawitan yang memiliki arti awal, yang menandakan bahwa benda bersejarah tersebut menjadi awal dari semua hal, termasuk lelaku spiritual yang dilakukan orang-orang besar terdahulu.
Bahkan menurut Om Hao, bangunan tersebut dijadikan tempat berdoa oleh orang-orang prasejarah, hingga tokoh besar era klasik Hindu Budha.
Menurut pengamatan Om Hao, Situs Kawitan awalnya bukan dibangun dari batu, namun setelah ditinggal lama oleh pemiliknya yakni Mpu Bharada dibangun lagi menggunakan batu.
"Kalau lihat dari material bangunannya kalau sekarang dari batu, waktu itu menggunakan batu karst, atau batu gamping putih," Ungkap Om Hao.
Dari beberapa keterangan, daerah perbukitan semenanjung Blambangan banyak ditemukan batu karst atau batu gamping.
Situs Kawitan adalah salah satu petilasan Mpu Bharada, lalu bangunan bersejarah tersebut ditinggal bertahun-tahun. Hingga dibangun kembali dari bekas reruntuhan gapura tersebut. (ip-dewo)

Komentar