KEDIRI, Infopol.co.id – Peringatan Haul ke-34 Kyai Hamim Djajuli atau yang akrab disapa Gus Miek berlangsung sangat meriah dan khidmat di kawasan Kedaton Loring Pasar, Ploso, Mojo, Kediri, pada Sabtu (30/5). Acara tahunan ini menjadi momen istimewa yang dipadati ribuan jemaah berdatangan dari berbagai penjuru Jawa Timur hingga luar provinsi, semuanya berkumpul untuk ngalap barokah dan mengenang kembali keteladanan serta ajaran ulama besar yang sangat dikagumi masyarakat luas.
Mengingat antusiasme yang luar biasa tinggi dari masyarakat, panitia pelaksana menyiapkan sarana penunjang berkapasitas besar demi kenyamanan seluruh tamu. Sebuah tenda raksasa sepanjang 800 meter didirikan membentang menutupi area utama kegiatan, dirancang khusus agar seluruh peserta terlindungi dari terik matahari maupun hujan. Fasilitas ini memastikan setiap jemaah memiliki tempat yang layak dan tertib saat mengikuti rangkaian acara dari awal hingga selesai.
Tak hanya luas dan panjang, penyelenggaraan kali ini juga dilengkapi sarana pendukung modern guna memudahkan jemaah. Di sejumlah titik strategis di dalam maupun luar tenda, dipasang layar videotron berukuran besar. Hal ini dilakukan agar seluruh hadirin, baik yang berada di barisan depan maupun paling belakang, dapat dengan jelas menyaksikan jalannya acara, dengan gambar dan suara yang jernih tanpa ada yang terlewat.
Dalam momen penuh makna ini, hadir langsung putra sekaligus penerus tonggak kepemimpinan, Gus Robert. Beliau tidak hanya hadir sebagai bagian dari keluarga besar, tetapi juga bertindak selaku penanggung jawab utama pelaksanaan kegiatan haul tahunan ini. Kehadiran Gus Robert menjadi simbol kuat keberlanjutan ajaran dan perjuangan yang pernah ditanamkan oleh ayahanda tercinta kepada masyarakat luas.
Kehadiran tokoh-tokoh penting menjadi daya tarik tersendiri dalam kegiatan ini. Salah satu yang menjadi pusat perhatian adalah kehadiran Gus Thuba, yang dikenal selaku pimpinan Yakuza. Kedatangan Gus Thuba ke lokasi haul menjadi bukti nyata luasnya pengaruh dan keberkahan ajaran Gus Miek, yang mampu menyatukan berbagai kalangan, latar belakang, dan elemen masyarakat yang berbeda di bawah satu atap kerukunan dan persaudaraan.
Saat memberikan nasihat di hadapan ribuan jemaah, Gus Robert menyampaikan pesan mendalam yang menyentuh hati seluruh hadirin. Beliau berpesan, “Janganlah melihat masa depan dengan mata buta. Masa lampau berguna sekali untuk menjadi kaca benggala dari pada masa yang akan datang. Kulo panjenengan (kita semua) harus tetap mendahulukan, memikirkan dan merencanakan masa depan untuk akhir hayat. Kita harus percaya dan yakin seyakin-yakinnya bahwa akhirat ada tujuan akhir yang sesungguhnya. Karena disanalah manusia akan hidup abadi tanpa batas waktu.”
Lebih lanjut, Gus Robert kembali mengingatkan pesan-pesan utama warisan almarhum Gus Miek, yang senantiasa mengajarkan tentang persaudaraan, kerukunan, kesederhanaan, dan keteguhan iman. Beliau berharap, peringatan haul ini tidak hanya menjadi tradisi belaka, tetapi menjadi momen pembaharuan niat bagi seluruh jemaah, termasuk para tokoh yang hadir, untuk semakin menguatkan akhlak dan mengamalkan nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Suasana kegiatan berlangsung sangat tertib, aman, dan damai meskipun dihadiri jumlah peserta yang sangat banyak dengan fasilitas yang luas. Kehadiran berbagai elemen masyarakat, tokoh agama, hingga pemimpin seperti Gus Thuba semakin memperkokoh makna acara ini. Berakhirnya kegiatan Haul ke-34 ini meninggalkan kesan mendalam, meneguhkan bahwa warisan ilmu, kasih sayang, dan keteladanan Gus Miek akan terus lestari menjadi perekat persaudaraan bagi semua kalangan. (Win)

Komentar



