Bandung Kota, Infopol.co.id - Jelang libur weekend dan Hari Lahir Pancasila, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Bandung menyiagakan 130 personel di sejumlah titik rawan kemacetan untuk mengantisipasi kelumpuhan arus lalu lintas, (Minggu, 31/05/2026).
Seperti diketahui, Indikator lonjakan volume kendaraan ke arah Kota Kembang sebenarnya sudah mulai terdeteksi sejak Jumat (29/5/2026) kemarin. Namun, eskalasi terbesar terpantau terjadi pada hari Sabtu (30/05/2026) ini, di mana puluhan ribu kendaraan dari luar daerah merangsek masuk dalam waktu yang sangat singkat.
Kasat Lantas Polrestabes Bandung, AKBP Hudi, mengungkapkan, berdasarkan data alat penghitung digital (traffic counting), pergerakan kendaraan masuk dan keluar Kota Bandung mengalami ketimpangan yang cukup tinggi.
“Dari pantauan data traffic counting di wilayah hukum Polrestabes Bandung, tercatat dalam kurun waktu tiga jam saja, mulai pukul 12.00 WIB hingga 15.00 WIB, kendaraan yang masuk ke arah Kota Bandung sudah menembus angka sekitar 90 ribu unit, baik roda dua maupun roda empat. Sementara kendaraan yang keluar berada di angka 60 ribu unit,” ujar Kasat Lantas
Titik lokasi penyumbang terbesar pasokan kendaraan didominasi oleh arus dari jalur Tol Purbaleunyi serta akses arteri penghubung utama di wilayah timur. Gerbang Tol Buah Batu, kawasan Cibiru, dan limpahan kendaraan dari arah Cileunyi menjadi simpul paling padat yang memicu antrean memanjang.
Guna menjamin kelancaran aktivitas masyarakat, fokus penebalan personel ploting pengamanan akan dikonsentrasikan di beberapa zonasi krusial. Petugas disebar mulai dari pintu keluar tol, jalur arteri utama, kawasan pusat perbelanjaan (mal), hingga rute-rute menuju destinasi wisata favorit di Kota Bandung.
Mobilitas masyarakat yang tinggi ini dipicu oleh periode long weekend yang memadukan libur hari raya keagamaan dengan libur nasional Hari Lahir Pancasila pada Senin, 1 Juni 2026 mendatang.
Satlantas Polrestabes Bandung mengimbau keras kepada para pengendara, khususnya pelancong dari luar kota, untuk cerdas dalam mengatur waktu perjalanan pulang maupun pergi. Pengendara juga diminta tetap sabar, mematuhi arahan petugas di lapangan, serta berkala memantau kanal informasi kepolisian untuk mengetahui skema rekayasa lalu lintas situasional yang diberlakukan. (ip TD/ humas)

Komentar