infopol.co.id Kontak Redaksi- 085784424805 wa 9 Tokoh Lintas Agama di Jember Serukan Tolak Kekerasan dan Provokasi, Apa Langkah Pencegahannya?

Iklan Semua Halaman

Iklan 928x90

Hot Post

9 Tokoh Lintas Agama di Jember Serukan Tolak Kekerasan dan Provokasi, Apa Langkah Pencegahannya?

Selasa, 02 September 2025



JEMBER,INFOPOL.CO.ID - Seruan perdamaian menggema dari sembilan tokoh lintas agama di Kabupaten Jember pascainsiden kerusuhan yang menimpa Bangsa Indonesia akhir - akhir ini.


Mereka sepakat menolak segala bentuk kekerasan, serta mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi.


Rektor Universitas Islam Negeri Jember (UIN KHAS) Prof. Dr. H. Hepni, S.Ag., M.M. Menegaskan, perdamaian adalah kunci utama menjaga harmoni sosial. Selasa (2/9/2025)



Dia menilai, peristiwa yang terjadi harus menjadi bahan refleksi bagi semua pihak.


"Perdamaian dan kerukunan adalah segalanya. Tidak ada satu pun keyakinan yang melegalkan tindakan kekerasan. Justru kejadian ini harus menjadi pengingat bagi kita semua, baik masyarakat maupun pemerintah, agar lebih bijak dalam menyikapi persoalan,” ujarnya.


Pernyataan serupa disampaikan Romo Yosep Utus, tokoh Katolik di Jember yang menyampaikan rasa duka mendalam atas insiden tersebut, termasuk peristiwa di wilayah lain yang menimbulkan korban jiwa.



Menurutnya, aspirasi masyarakat tetap bisa disampaikan dengan cara damai. “Kami berharap kejadian serupa tidak terulang kembali.


Sampaikan aspirasi dengan cara yang baik, tidak dengan merusak atau melukai.


Karena kekerasan hanya akan menambah luka dan mencoreng persaudaraan,” ungkapnya.

Sementara itu, Pendeta Rena, perwakilan dari Persatuan Gereja Indonesia (PGI) menyebut, peristiwa ini sangat memprihatinkan.


Dia menekankan, perlunya evaluasi bersama agar kasus serupa tidak terulang.


“Tidak ada seorang pun yang menginginkan kejadian ini. Mari kita bersama-sama menjadikannya pelajaran berharga. Ke depan, kita harus lebih mengedepankan dialog, bukan emosi. Dengan begitu, keharmonisan bisa tetap terjaga,” katanya.



Menurutnya, warga Kabupaten Jember harus tetap tenang dan dewasa dalam menghadapi situasi. Dia menambahkan, kerukunan masyarakat Jember adalah modal penting untuk memulihkan situasi.


“Bangsa Indonesia sedang diuji, dan Jember bagian dari bangsa ini. Kami percaya warga Jember adalah masyarakat yang hebat, santun, serta tidak suka anarkis. Karena itu, mari bersama-sama menjaga kedamaian, tetap beraktivitas normal, dan tidak mudah terpancing oleh provokasi. Dengan doa, ketenangan, dan kerja sama semua pihak, kami optimistis Jember akan segera pulih dan bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjaga kondusivitas,” pungkasnya.


(Win)