infopol.co.id Kontak Redaksi- 085784424805 wa Jadi Percontohan Sekolah Rakyat, Pemkab Bandung Siapkan Lokasi Permanen di Ciwidey

Iklan Semua Halaman

Iklan 928x90

Hot Post

Jadi Percontohan Sekolah Rakyat, Pemkab Bandung Siapkan Lokasi Permanen di Ciwidey

Senin, 07 Juli 2025

 Jadi Percontohan Sekolah Rakyat, Pemkab Bandung Siapkan Lokasi Permanen di Ciwidey



INFOPOL, Bandung Kabupaten - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung telah melaksanakan perekrutan pelajar untuk Sekolah Rakyat Tahun Ajaran (TA) 2025-2026 terbagi menjadi enam rombongan belajar (rombel) dan di isi 25 pelajar untuk setiap rombelnya. Sementara, kegiatan pembelajaran direncanakan mulai Agustus 2025, (Senin, 07/07/2025).


Masing-masing jenjang pendidikan di bagi menjadi 3 kelas setiap jenjang pendidikan dengan kapasitas total 75 pelajar. Sementara untuk jenjang SD  masih dilaksanakan pendekatan khusus kepada orang tua mengingat anak usia dini perlu penyesuaian sebelum tinggal terpisah dari keluarga. 


Bupati Bandung Dadang Supriatna menyampaikan, sementara saat ini sudah ada 6 kelas di Wisma Atlet kawasan Stadion Si Jalak Harupat (SJH) Kecamatan Kutawaringin. Dikarenakan Kabupaten Bandung dinilai memiliki sarana dan prasarana yang cukup lengkap, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial meminta penambahan rombel untuk percontohan.


"Pemerintah pusat kemarin meminta lagi bahkan sampai 4 lokal. Maka kami sudah siapkan agar tempatnya di BLK Baleendah meski baru bisa menyediakan 3 lokal," kata Dadang kepada awak media, Sabtu (5/7).


Untuk rencana jangka panjang, lanjut Kang DS, Pemkab Bandung sedang menyiapkan lokasi permanen Sekolah Rakyat di Desa Lebakmuncang, Kecamatan Ciwidey di lahan milik Pemkab seluas 7,6 hektare. Lokasi ini disiapkan untuk penerimaan calon pelajar Sekolah Rakyat mulai tahun 2026. Saat ini, pembangunan sekolah di Desa Lebakmuncang sedang disiapkan oleh Kementerian Sosial dan Kementerian PUPR, dengan target selesai pada akhir tahun ajaran 2025.


"Untuk yang di Ciwidey kita harus perbaiki dulu tata ruangnya yang masih dalam tahap penyelesaian dengan Kementerian ATR/BPN masih dibahas. Sehingga mungkin pelaksanaan pembangunan bangunan sekolahnya bisa dimulai tahun 2026," lanjut Dadang.



Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung Drs. Supardian, MP menjelaskan guna mensiasati waktu dipilihlah Wisma Atlet SJH karena dianggap paling siap dan layak untuk sementara.


"Kami menyiasati waktu yang sempit. Wisma Atlet SJH ini paling siap dan paling layak. Semua kebutuhan dasar pembelajaran bisa dipenuhi di sini," jelas Supardian.


Menurutnya, keunggulan lokasi ini tidak hanya dari sisi infrastruktur. Selain Wisma Atlet berada dalam kawasan olahraga yang dilengkapi lapangan sepak bola, kolam renang, dan arena softball, semua fasilitas tersebut bisa dimanfaatkan sebagai bagian dari kegiatan pengembangan karakter dan kebugaran siswa Sekolah Rakyat.


"Kalau ada event olahraga besar, atlet bisa ditempatkan di lokasi lain yang sudah kami siapkan. Bahkan, siswa Sekolah Rakyat bisa berinteraksi dan bersosialisasi dengan masyarakat yang berolahraga di kawasan ini, terutama saat akhir pekan," ungkap Supardian.


Sementara untuk lokasi permanen Sekolah Rakyat yang akan dibangun di Ciwidey, Supardian menyatakan bahwa lokasinya jauh dari kebisingan, cocok untuk sistem boarding school.


"Insya Allah gedung Sekolah Rakyat yang di Ciwidey nantinya akan menjadi tempat belajar yang kondusif untuk jenjang SD, SMP, dan SMA," ucap Supardian.


Sekolah Rakyat di Desa Lebak Muncang dirancang menampung hingga 1.000 siswa, dilengkapi berbagai fasilitas pendidikan dan pengasuhan sesuai standar. (IP TeDe/ Red).