infopol.co.id Kontak Redaksi- 085784424805 wa Operasi Zebra Semeru Polres Sampang Minim Sosialisasi

Iklan Semua Halaman

Iklan 928x90

Hot Post

Operasi Zebra Semeru Polres Sampang Minim Sosialisasi

Minggu, 02 Oktober 2022



SAMPANG. Infopol.co.id - Sat Lantas Polres Sampang dinilai minim menyosialisasikan Operasi Zebra Semeru. Kegiatan tersebut akan diberlakukan mulai 3-16 Oktober terhitung selama 14 hari kedepan. Sebanyaknya ada tujuh prioritas pelanggaran yang harus dihindari oleh masyarakat saat berkendara.


Abdul Malik, 23, salah satu warga Desa Tobaih Barat, Kecamatan Robatal, mengaku masih belum mengetahui adanya Operasi Zebra Semeru tersebut. Bahkan saat ditanya prihal keluarga tidak ada yang memberi tahu.


“Saya saja tidak tahu, apalagi yang di rumah mas,” tuturnya.


Dia menuturkan tidak begitu mengoprasikan Handphone, sehingga sulit mendapatakan informasi jika tidak ada yang memberi tahu langsung. “Itu dari polisi yang ngambil kalau melanggar emas,” ujar laki-laki yang kesehariannya bertani itu.


Berbeda dengan ungkapan Khoirul Roziqin asal Kecamatan Sokobanah. Dia mengutarakan sudah tahu dari media sosial terkait Operasi Zebra Semeru tersebut. Namun menurutnya pihak kepolisian perlu menyosialisasikan lebih luas lagi. Sebab, kalau hanya lewat media tidak semua orang mengikuti akun dari polantas.


“Artinya sangat minim kalau hanya lewat media daring emas, seharusnya ada benarnya di setiap wilayah kecamatan biar masyarakat tahu semua,” jelasnya.


Sementara Kanit Laka Lantas Polres Sampang Ipda Eko Puji Waluyo mewakili Kasat Lantas Polres Sampang AKP Alimudin Nasution mengatakan sudah melakukan sosialiasasi baik radio dan medsos. Sehingga dalam kegiatan Operasi Zebra Semeru tahun ini yang akan berlangsung selama 14 hari terhitung 3-16 Oktober bisa efektif.


“Sekarang dititik beratkan lebih kepada edukasi, prefentif dan simpatik namun kita tetep menindak pelanggaran secara tilang manual diantaranya,” terangya.


Dia menegaskan akan menindak semua pelanggaran baik pelanggaran secara kasatmata, maupun pelanggaran yang berisiko laka. Sebab, tujuan Operasi Zebra Semeru tahun ini tertib berlalulintas dan menurunkan angka fatalitas akibat laka lantas. “Ada tujuh prioritas dalam Operasi Zebra Semeru nanti,” tegas Ipda Eko Puji Waluyo.


Adapun yang dimaksud tujuh prioritas diantarannya, tidak menggunakan helm standar SNI, mengunakan Handphone saat berkendara, melebih batas kecepatan, dan melawan arus.


“Selain itu yang sudah disebut juga tidak menggunakan Safety Belt, mabuk saat berkendara, dan melebihi muatan (over lord) termasuk pelanggaran,” tandasnya. (Andi/Novan)