Sidoarjo, - Infopol.co.id, Perkembangan teknologi digital berbasis online banyak menuai pro dan kontra dalam kehidupan bermasyarakat, banyak efek positif dan tidak pula banyak dampak negatif yang di timbulkan oleh hal tersebut, terkikisnya seni dan budaya di kalangan masyarakat juga bagian dari dampak perkembangan teknologi digital,
Tidak banyak dari pegiat seni dan budaya mencoba eksis tetap bertahan agar bisa di nikmati oleh generasi penerus bangsa, dan bentuk aksi untuk pelestarian terkait seni dan budaya telah di perjuangkan oleh komunitas pegiat Seni budaya
Termasuk yang dilakukan oleh komunitas seni budyaa di Kabupaten Sidoarjo, ( 26/5/24 ) - dengan adanya acara pagelaran seni Budaya serta Baksos pengobatan alternatif yang selenggarakan oleh Komunitas Persatuan Budayawan Jagad Suwung Nusantara ( PBJSN ), yang diadakan di pelataran Museum Mpu Tantular Kabupaten Sidoarjo,
Terkonfirmasi oleh Salah satu pendiri PBJSN Ki Sapto Jagad, Tujuan digelarnya seni Bantengan,jaranan, dan kegiatan baksos terapi alternatif adalah agar persatuan budayawan jagad suwung Nusantara bisa memberikan manfaat bagi sesama melalui baksos pengobatan alternatif, dan menghibur sekaligus mengedukasi masyarakat,melalui pagelaran seni budaya tutur Ki Sapto Jagad,
Konfirmasi lanjutan, Tak lepas dari Visi misi Persatuan Budayawan Jagad Suwung Nusantara ( PBJSN ),selain menyatukan para budayawan untuk bersama sama berjuang melestarikan budaya Nusantara, ditengah degradasi budaya lokal,akibat dari masuknya budaya asing yang semakin masih mempengaruhi arah berfikir dan berbudaya generasi muda,
Masih terkonfirmasi , selain itu mengambil nama Jagad Suwung mempuyai makna dan arti, Jagad adalah bumi, dunia,alam, Suwung adalah kosong, (Maknanya kita sebagai manusia harus memahami hakikat kehidupan adalah kosong/hampa ), Serta harapan besar dari Kami PBJSN, ingin membantu pemerintah dalam mengimplementasikan Undang - Undang No.5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan,
Serta Harapan besar kedepannya, agar pemerintah mengalokasikan dana yang lebih ,untuk pelestarian dan pengembangan objek pemajuan budaya. Karena selama ini pemerintah menonjolkan pembangunan fisik atau infrastruktur, seperti di kabupaten Sidoarjo yang begitu fokus di pembangunan infrastruktur, dan terkesan mengurangi porsi ,bahkan mengabaikan pembangunan mental melalui kebudayaan yang positif. Indikasinya, bermunculan peristiwa kenakalan remaja ,seperti fenomena gangster dan lainya,akibat pembangunan mental yang kurang mendapat perhatian bahkan terkesan diabaikan. Tegas Ki Sapto Jagad. ( Fayrocks )

Komentar