Bali, infopol.co.id - Tim Binmas Polda Bali bersama Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) Bali dan Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (Abujapi) Bali sudah melakukan inspeksi mendadak untuk mencari satpam yang tidak memiliki kartu tanda anggota organisasi dan tersertifikasi secara profesi.
Hal ini menjelaskan kegiatan ini bertujuan sebagai upaya pembinaan profesi Satpam karena dilatar belakangi kasus beberapa akhir ini oknum satpam menjadi korban dan pelaku kekerasan.
Menurut Binmas Polda Bali selaku sebagai pembina teknis, tidak mau hal ini terjadi dan melakukan pembinaan sebagai instruksi Mabes Polri bersama APSI secara profesional dan Apujabi sebagai asosiasi.
Ia menjelaskan dalam inpseksi mendadak (sidak) tersebut adapun beberapa temuan di lapangan adalah sisi perizinan yang perlu diperpanjang, kelengkapan seragam perorangan yang perlu dipenuhi.
Sementara itu, Ketua DPD APSI Bali, Gede Rizky Pramana mengatakan dalam sidak bahwa satpam di lokasi mendapatkan temuan di antaranya temuan pemakaian seragam tidak sesuai dan pemakaian perlengkapan yang belum dipenuhi hingga masih banyak yang belum tersertifikasi.
Temuan ini akan menjadi masukan untuk badan usaha jasa pengamanan bahwa setiap personil wajib bersertifikat, KTA dan memakai perlengkapan sesuai perkap 24/2007 dari kepolisian.
Seperti PT. Kerjaindo Gemilang Sentosa yang beralamatkan di Gg. Panda No. Utara, Ubung Kaja, Kec. Denpasar Utara, Kabupaten Badung, Bali ini di duga tidak mengantongi izin resmi dan sudah beroperasi sekira 5 bulan dan sudah mempunyai anggota/Karyawan Security sebanyak 50/an orang.
Hal ini sudah melanggar ketentuan Perkab No.17 Thn 2006 yang salah satu isinya bahwa dalam upaya peningkatan partisipasi masyarakat khususnya peran dan fungsi badan usaha di bidang pengamanan, Polri berwenang memberikan izin operasional dan melakukan pengawasan terhadap badan usaha jasa pengamanan.
Oleh karena itu pihak Kepolisian terutama Polda Bali harus segera mendatangi para pengelola jasa keamanan yang belum mengantongi izin resmi, tapi sudah beroperasi dan sudah menyebar di beberapa kota yang ada di Bali.
(Red)

Komentar

