infopol.co.id Kontak Redaksi- 085784424805 wa Iring- iringan, Ngarak Telor Untuk Menyambut Lahirnya Nabi Muhammad SAW.

Iklan Semua Halaman

Iklan 928x90

Hot Post

Iring- iringan, Ngarak Telor Untuk Menyambut Lahirnya Nabi Muhammad SAW.

Selasa, 01 November 2022



BANYUWANGI. Infopol.co.id - Iringan-Iringan Ngarak ndhog-ndhogan (Telor yang dihias)di Desa Telmung, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, digelar saat menyambut dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Tradisi ini rupanya memiliki makna khusus bagi umat Islam. Apa makna dari telur yang dihias di peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.


Menurut budayawan Banyuwangi, jodang yang sudah dihias dan ditancapi kembang ndhog (telor) memiliki makna tersendiri, Senin 31 Oktober 2022.

Penggunaan telur untuk memperingati Maulid Nabi memiliki makna tersendiri. Telur yang terdiri dari 3 lapisan, yakni kulit, putih telur dan kuning telur. Hal itu melambangkan Iman, Islam dan Ihsan.


“Maknanya itu kulit, putih telur dan kuning telur itu yakni Iman, Islam dan Ihsan. Jadi bukan hanya sebuah telur saja yang diarak begitu saja. Ada maknanya. Sedangkan hal-hal lainnya ditujukan untuk menunjukkan nilai-nilai keislaman,”Papar sang budayawan kepada wartawan.

Ustad Misdi juga menerangkan bahwa, tradisi Ndhog-ndhogan di Desa Telmung ini digelar sejak abad ke-18 dan dahulu ndhog-ndhogan menggunakan telur Ayam, Sementara batang pisang dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa pohon pisang adalah pohon yang jika dipotong ia akan tumbuh lagi


“Ayam itu jika bertelur akan bersuara. Sementara pisang itu akan terus tumbuh. Meski inangnya hidup, anaknya akan tumbuh di sekitar tempat pisang itu hidup.Pokoknya pantang menyerah,” Pungkas Yuyun.(IP-Mustakim)