Malang, Infopol.co.id
Tindakan tak terpuji yang mencederai marwah institusi pers kembali terjadi di wilayah Kabupaten Malang. Seorang oknum yang mengaku sebagai jurnalis diduga melakukan aksi intimidasi dan menyebarkan berita bohong (hoaks) terkait data pengelolaan anggaran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Taman Kuncaran, Kecamatan Tirtoyudo.
Sasaran teror berkedok konfirmasi tersebut menyasar Sekretaris Desa (Sekdes) Taman Kuncaran, Yosi. Tidak hanya melayangkan pesan bernada ancaman, oknum tersebut juga nekat menyebarkan narasi informasi dengan data yang dinilai sama sekali tidak akurat.
Kepala Desa Taman Kuncaran, Yasin, membenarkan adanya insiden yang menimpa perangkat desanya tersebut. Saat ditemui di Balai Desa Taman Kuncaran, Yasin mengutuk keras cara-cara premanisme yang mengatasnamakan profesi wartawan.
“Kami membenarkan Sekdes Yosi mendapatkan pesan-pesan yang bernada ancaman. Ini bukan cara konfirmasi yang benar dan beretika sesuai Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Kami menolak keras segala bentuk intimidasi terhadap perangkat desa,” tegas Yasin, Selasa (8/9/2026).
Ngotot Lewat Pesan Singkat, Layangkan Ancaman "Nangis Darah"
Berdasarkan rekam jejak digital berupa tangkapan layar percakapan WhatsApp, oknum pemegang nomor 08xx-xxx-3792 tersebut gencar meneror Sekdes Yosi sejak Rabu (9/9/2026).
Sekitar pukul 09.43 WIB, pelaku mengirimkan tautan berita yang terkesan provokatif berinisial judul “KOTAK-KATIK DANA DESA TAMAN KUNCARAN TIRTOYUDO? ANGGARAN PEMBANGUNAN DAN PENYERTAAN MODAL BUMDES SENILAI Rp270...” sembari menyertakan pesan bernada desakan: “tolong sampekan berit saya ke kades mu”.
Tak berhenti di situ, usai empat kali panggilan suaranya tidak direspons karena kesibukan pelayanan desa, oknum tersebut justru meluapkan ancaman terselubung pada pukul 11.32 WIB:
“Ya sudah kalau di biarin ini kita seneng bos kita main dan bercanda nanti di pucuk jika anda butuh kami nanti mau nangis darah kalau saya mau respon yakin anda butuh saya nanti,” tulis oknum tersebut dalam pesan singkatnya.
Asal Catut Angka, Pemdes Tegaskan Data BUMDes Ngawur
Meranggapi tuduhan dan data yang beredar, Sekdes Yosi angkat bicara. Pihaknya mengaku heran atas dasar penulisan berita yang dilakukan oknum tersebut. Pasalnya, nominal yang dihembuskan dalam pemberitaan sangat jauh dari fakta APBDes yang sebenarnya.
“Padahal oknum yang mengaku wartawan tersebut sudah saya suruh datang resmi ke kantor untuk klarifikasi, tapi tidak ada iktikad baik dan tidak direspons. Malah terus-terusan mengancam via WA. Data dari mana yang dia tulis? Penyertaan modal yang benar ke BUMDes itu Rp220 juta, bukan Rp270 juta seperti yang dia beritakan,” ujar Yosi heran.
Senada dengan Sekdesnya, Kades Yasin merinci bahwa seluruh Pengelolaan Dana Desa (DD) TA 2025 sebesar Rp1.337.329.000 dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan berpayung hukum Perdes serta LPJ yang sah.
“Penyertaan modal ke BUMDes Wonokoyo Sejahtera itu nyata dan ada alokasinya sebesar Rp220 juta untuk unit usaha ayam petelur dan ternak lele. Bukti fisiknya ada. Bahkan pemeriksaan Inspektorat Kabupaten Malang untuk anggaran sebelumnya juga dinyatakan clean and clear, tidak ada masalah,” terang Yasin.
Bawa Bukti Digital, Siap Ambil Langkah Hukum Bersama Muspika
Merasa iklim kerja dan kondusivitas desanya terganggu oleh ulah oknum yang diduga menyebarkan narasi hoaks dan pemerasan terselubung, Pemerintah Desa Taman Kuncaran tak tinggal diam. Seluruh bukti pesan singkat dan ancaman telah diinventarisasi untuk ditindaklanjuti.
Pemdes Taman Kuncaran berencana segera melakukan koordinasi intensif dengan jajaran Muspika Kecamatan Tirtoyudo guna menyikapi persoalan ini agar tidak menjadi preseden buruk bagi kemitraan pers dan pemerintah desa.
Hingga berita ini diunggah, Pemdes Taman Kuncaran menegaskan tetap terbuka bagi insan pers yang bekerja secara profesional, memegang teguh UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, serta menjunjung tinggi asas verifikasi dan konfirmasi berimbang.(ed)

Komentar