Bandung Kota, Infopol.co.id - Peredaran OKT di Kota Bandung masih terus menggeliat meski beberapa minggu kemarin pihak Kepolisan gencar menggelar razia. Sepertinya, manisnya keuntungan membuat nekat dan gelap mata para oknum pelakunya, (Selasa, 26/05/2026).
Rumor yang beredar di masyarakat, bisnis yang diduga biasa di komandoi perantau dari luar Jawa ini, beromset bisa mencapai belasan hingga puluhan juta per harinya.
Seperti yang di temukan di salah satu lampu merah jalan Pasar Induk Caringin masuk Kecamatan Babakan Ciparay Kota Bandung. Di bawah tenda depan sebuah warung, oknum penjual terpantau asik melayani para pembeli yang di dominasi remaja.
Dengan menu umum seperti Tramadol, Hexymer dan Tri X, OKT yang penggunaannya harus seijin dokter ini pun diduga didapat dengan mudahnya. Seperti pengakuan, sebut saja Bonar (37) warga Cibaduyut. Pria yang berprofesi pengamen ini menceritakan, diduga oknum pelaku memilih lokasi itu karena mudah terjangkau dan ramai. Terpantau, motor selalu parkir bergantian setiap menitnya untuk membeli OKT.
"Saya mah biasa beli disitu (sambil menunjuk tenda hitam diseberang jalan). Kalau didalam (kawasan Pasar Induk Swasta Caringin) ada, cuman gak tau lokasinya," ujar bapak dua anak ini.
"Udah lama, cuman buka nutup. Ngantong dia mah, takut kayaknya. Kan sering razia juga," lanjut Baron.
Sementara itu, menelisik di dalam kawasan Pasar Induk Swasta Caringin Kota Bandung, ternyata diduga peredaran OKT juga bisa ditemukan. Menurut pengakuan sebut saja si Abah (62) warga asli Tasik yang menceritakan, ada beberapa lokasi yang menjadi tempat transaksi obat keras yang pemakaiannya diwajibkan resep dokter tersebut.
"Setahu saya ada dua, itu didepan Bang Mega, orang sini mah nyebutnya Gang Setan, di sebelah kios barang-barang bekas. Satunya lagi di dekat toilet umum dekat tumpukan sampah," beber lelaki renta ini.
"Biasanya pagi buka, kalau nggak ya sore sampek malam. Rame itu yang beli," pungkasnya. (red - bersambung)

Komentar



