infopol.co.id Kontak Redaksi- 085784424805 wa Gelontorkan Banpan Tahap II, Nurman Susilo; Bulog Jabar Jamin Stok Beras Mencukupi Hingga Masa Panen Raya Tahun Depan

Iklan Semua Halaman

Iklan 928x90

Hot Post

Gelontorkan Banpan Tahap II, Nurman Susilo; Bulog Jabar Jamin Stok Beras Mencukupi Hingga Masa Panen Raya Tahun Depan

Rabu, 10 Desember 2025

 


Bandung, Infopol.co.id - Kembali Bulog Kanwil Jawa Barat menyalurkan cadangan beras Pemerintah sebagai bantuan pangan untuk masyarakat serentak di seluruh wilayah Provinsi Jawa Barat terhitung mulai tanggal 30 Oktober 2025. Hingga kini, Program Bantuan Pangan Tahap II tersebut masih berjalan. Launching program tersebut dilakukan secara resmi di Seluruh Indonesia , dimana Bulog menyerahkan bantuan secara simbolis kepada warga setempat sebagai penerima, (Rabu, 10/12/2025).


Bantuan Pangan Beras Tahap II yang disalurkan kepada sekitar 3,3 juta penduduk Jawa Barat tersebut terdiri dari 20 Kg Beras dan 4 Liter Minyak Goreng. 


Dalam keterangan tertulis Pemimpin Wilayah Perum BULOG Jawa Barat  Nurman Susilo menegaskan, masyarakat Provinsi Jawa Barat tidak perlu khawatir dan panik akan kelangkaan beras, stok Bulog Jawa Barat sangat mencukupi kebutuhan masyarakat hingga memasuki masa panen raya di tahun depan.


Ia menambahkan, program Bantuan Pangan merupakan instrumen Pemerintah dalam mengelola cadangan beras milik pemerintah yang diharapkan bisa meringankan beban kebutuhan penerima dan juga dapat untuk menjaga stabilitas harga beras di tingkat konsumen.



Proyeksi data BPS pada tahun 2025, jumlah penduduk Jabar keseluruhan 50.759.000 jiwa dengan konsumsi 79,08 Kg/ kapita/ tahun, maka konsumsi beras dalam setahun setara 4.014.022 ton. Dengan demikian rata-rata konsumsi beras per bulan setara 334.502 ton. 


Dengan panyaluran Banpang alokasi Oktober-November sebesar 66.850 ton dan penyaluran SPHP sekitar 59.585 ton, maka Perum BULOG telah menggelontorkan beras sebesar 126.435 ton atau setara 37,80% persen dari tingkat konsumsi rata-rata per bulan di Jawa Barat.


Dengan adanya penyaluran Banpang dan SPHP diharapkan akan memberikan dampak multiplier terhadap stabilisasi harga beras menjelang akhir tahun 2025, karena simultan terjadi intervensi yaitu Penyaluran Banpang (intervensi sisi permintaan pasar) dan Penyaluran SPHP (intervensi sisi pasokan pasar). Harga beras yang stabil diharapkan memberikan kontribusi terhadap pengendalian inflasi pada tingkat yang diharapkan pemerintah. (ip TD/ Humas Bulog Jabar).