Malang, Infopol.co.id – Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Maju Sejahtera di Desa Wonoagung, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, kembali menuai sorotan tajam warga. Setelah polemik pengangkatan pimpinan yang dinilai tidak transparan, kini muncul deretan kejanggalan dalam pengelolaan keuangan dan operasional usaha yang menyita perhatian publik.
Dugaan ketidakberesan ini terungkap setelah dana penyertaan modal dari kas desa senilai Rp213.000.000 dicairkan ke rekening BUMDes pada 25 Agustus tahun lalu. Namun hingga saat ini, lebih dari satu tahun berlalu, belum ada laporan keuangan maupun pertanggungjawaban yang disampaikan kepada Pemerintah Desa maupun masyarakat.
Berdasarkan dokumen bukti transfer yang diverifikasi, dana tersebut mengalir resmi dari Rekening Desa Wonoagung ke Rekening BUMDes Maju Sejahtera. Warga Bahron Efendi yang mengungkap kasus ini mengakui pihak desa terbuka memberikan data tersebut, namun respons pengurus BUMDes justru memunculkan banyak tanda tanya.
"Saat saya tanyakan berapa sisa saldo saat ini, bendahara hanya menjawab 'saya lupa'. Itu jawaban yang sangat tidak wajar untuk pengelola uang publik," ujar Bahron, Kamis (31/7/2026).
Ketika dimintai rincian berkas keuangan dan cetak rekening koran, bendahara beralih menyatakan seluruh dokumen berada di tangan direktur. Bahkan saat ditanya perkiraan sisa dana, ia berdalih anggaran sudah digunakan untuk tanam bawang merah namun belum dilakukan perhitungan hasil panen.
Kejanggalan lain terlihat dari ketidaksesuaian bidang usaha: dalam dokumen resmi desa, BUMDes tercatat bergerak di sektor pertokoan, namun keterangan di lapangan justru dana dialihkan untuk kegiatan pertanian. Hal ini dinilai melanggar aturan administrasi dan perencanaan yang telah disepakati.
Warga pun mendesak Pemerintah Desa Wonoagung, Camat Tirtoyudo, hingga Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Malang untuk segera turun tangan. Dana Rp213 juta bukanlah jumlah kecil yang bisa dikelola tanpa kendali dan akuntabilitas tegas.
"Kami meminta audit menyeluruh segera dilakukan. Jangan sampai uang rakyat habis tanpa kejelasan dan pertanggungjawaban yang sah," tegas Bahron.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengurus BUMDes Maju Sejahtera belum dapat dimintai keterangan maupun memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan dan desakan transparansi dari warga.(ed-tim)
BERSAMBUNG.....

Komentar