SITUBONDO. Infopo.co.id - Vidio viral emak emak berdurasi 0,34 detik, di rumah sakit umum daerah Situbondo, (RSUD), yang berasal dari Desa Seletreng Kecamatan Kapongan Kabupaten Situbondo, mendapat respon keras dari Anggota DPRD Komisi IV, Tolak Atin, dan Salah satu aktivis Deni Rico. Rabu, (16/11/2022).
Dalam unggahan Vidio yang sudah beredar tersebut, tampak emak emak memakai kerudung hitam berdiri di depan ruang utama resepsionis RSUD Situbondo mengatakan.
"Saya Saidah selaku keluarga dari Nadia Hamdani dirawat di ruang Raung nomer kelas 12.A. Kami mewakili keluarga mengucapkan, terimaksih kepada bapak bupati atas program sehati dalam menggunakan sehati sama layanan lainnya mudah dan tidak ribet dari segi perawatan ataupun administrasi, sekali lagi saya mengucapkan terimakasih," ucap emak dalam Vidio tersebut.
Vidio tersebut mendapat respon keras dari salah satu Aktivis Deni Rico, menurutnya dalam Vidio yang sudah beredar di Publik baik Instragram maupun WhatsApp, bukanlah ucapan tanda terimakasih murni dalam hati melainkan ada dugaan yang menuntun atau dan memberikan naskah berupa teks.
"Miris sekali, jika permasalahan untuk mendapatkan bantuan sehati harus dipublikasikan dan mengatakan tanda terimakasih kepada para pemangku kebijakan yaitu Bupati, hal ini seharusnya tidak terjadi kepada masyarakat Situbondo yang benar-benar ingin mendapatkan bantuan program sehati, jika ini memang terjadi apa yang saya perkirakan maka saya jelas mengutuk keras atas tindakan ini yang tidak layak dilakukan oleh oknum pemerintah kabupaten Situbondo, apalagi ini program sehati bukan dari anggaran pribadi melainkan dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) setiap tahunnya", ujarnya.
Lebih lanjut, "Saya mendapatkan Vidio dari teman saya yang dimana dalam Vidio tersebut jelas ini sudah ada yang mengarahkan, karena naskah narasi tertata dan cara mengucapkan seakan akan menghafal. Ini jelas bentuk tindakan yang sangat krusial dimuka publik, jika benar asumsi saya, apa kata dunia kita punya bupati yang hanya butuh pengakuan, dan terlalu mendramatisir dalam kejadian ini, seperti pepatah mengatakan kesempatan dalam kesempitan", sergah Deni Rico dengan wajah memerah.
Dalam temuan Vidio tersebut yang diduga ada sebuah paksaan untuk mengatakan ucapan terimakasih kepada Bupati juga mendapat respon dari anggota DPRD Situbondo Tolak Atin.
"Dengan adanya temuan video yang sudah beredar ini, nampaknya layanan kesehatan diwajibkan membuat pengakuan didepan umum. Padahal itu sudah menjadi haknya bagi sebagian masyarakat Situbondo dan merupakan kewajiban pemerintah daerah untuk memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat. Bukankah ini bentuk pelecehan, dan mereka dengan terpaksa melakukannya agar bisa mendapatkan pelayanan gratis walaupun dibatasi, jika dalam Vidio tersebut benar terjadi adanya paksaan untuk mengatakan ucapan terimakasih saya anggota DPRD Situbondo, mengutuk keras atas kejadian ini, kami akan gali lagi info lebih dalam, dan saya akan membahas bersama anggota komisi IV dan akan memanggil Dinas terkait dalam waktu dekat ini", pungkasnya.
Direktur RSUD Situbondo Saat dikonfirmasi oleh awak media Infopol.co.id , sedang tidak ada ditempat. (Sym/tim)

Komentar
